Prabowo Titip Pesan ke Airlangga: Industri Tekstil RI Harus Bertahan

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Yakni terkait pentingnya mempertahankan dan memperkuat industri tekstil di tengah tekanan global dan perang dagang.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan di Hambalang diungkap oleh Airlangga alam acara Workshop Persiapan Pemeriksaan LKPP, LKKL, dan LKBUN Tahun 2025 di BPK Tower, Jakarta, Senin (12/1/2026).

"Dalam pertemuan tadi malam di Hambalang, Bapak Presiden Prabowo Subianto juga mendorong pentingnya sektor industri tekstil untuk kita pertahankan karena sektor industri tekstil ini adalah yang paling terbuka untuk menghadapi perang dagang," ujar Airlangga dikutip dari keterangan resminya, Senin (12/1/2026).

Selain itu, Airlangga mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang meminta langkah lebih lanjut untuk mempertahankan industri tekstil di Indonesia.

"Dan dari hasil studi tersebut Indonesia berpotensi menjadi 5 pemain besar tekstil dunia karena dari segi pertumbuhan, sektor tekstil ini selalu akan dibutuhkan," ujarnya.

Airlangga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui usulan tahap awal pembentukan pendanaan untuk insentif sektor tekstil guna melengkapi value chain industri tekstil, dengan kebutuhan pendanaan sekitar US$6 miliar.

Presiden juga menyetujui rencana untuk me-rebuild BUMN atau Danantara yang secara khusus akan menangani sektor tekstil.

"Pemerintah menargetkan peningkatan nilai ekspor tekstil dari sekitar US$4 miliar menjadi US$40 miliar dalam 10 tahun ke depan, sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 4 juta orang menjadi 6 juta orang, atau bertambah sekitar 2 juta tenaga kerja di sektor tekstil," tegasnya.

Selain itu, industri elektronik juga menjadi salah satu sektor prioritas yang mendapat perhatian khusus akibat dampak dinamika global.

Airlangga mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perusahaan semikonduktor global asal Inggris yang menyatakan kesediaannya untuk menjadi mitra strategis Indonesia.

Pemerintah juga akan membentuk BUMN khusus di bidang semikonduktor. Pengembangan industri ini akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, mengingat ekosistem semikonduktor berbasis pada kapabilitas SDM.

"Industri semikonduktor yang dikembangkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masa depan, terutama bagi sektor otomotif, internet of things (IoT), komputer personal, data center, serta layanan komputasi awan (cloud). Indonesia dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena didukung oleh pasar domestik yang besar dan merupakan negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN," ujar Airlangga.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |