PMI Manufaktur RI Melandai, Kabar Baiknya Perusahaan RI Tambah Pekerja

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas manufaktur Indonesia melandai pada Desember 2025 tetapi masih mencatatkan fase ekspansi selama lima bulan beruntun. Data juga menunjukkan masih banyak kabar baik di sektor manufaktur Indonesia.

Data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global hari ini, Jumat (2/1/2026) menunjukkan PMI Indonesia berada di 51,2 pada Desember atau mengalami melandai dari 53,3 di November.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, maka artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.

Sektor manufaktur Indonesia mencatat ekspansi yang berkelanjutan pada Desember, dengan pertumbuhan ditopang oleh membaiknya pesanan baru.

Perusahaan juga mencatat ekspansi yang berkelanjutan pada tingkat produksi tetapi laju pertumbuhannya melambat.

Pendorong utama ekspansi kondisi operasional adalah peningkatan pesanan baru yang terus berdatangan.

Perusahaan meluncurkan produk baru dan adanya peningkatan jumlah pelanggan sebagai faktor utama kenaikan penjualan. Data menunjukkan bahwa perbaikan terutama didorong oleh pasar domestik, sementara pesanan ekspor baru kembali menurun untuk bulan keempat berturut-turut.

Kenaikan total pesanan baru mendorong peningkatan produksi lebih lanjut, yang merupakan kenaikan kedua secara beruntun. Namun, kelangkaan bahan baku membatasi laju pertumbuhan sehingga ekspansi output hanya bersifat marginal.

"Perusahaan mencatat ekspansi moderat lanjutan pada pesanan baru, ketenagakerjaan, dan pembelian, meskipun produksi hanya meningkat secara marginal karena sebagian perusahaan merasakan dampak kelangkaan bahan baku," jelas Usamah Bhatti, Ekonom di S&P Global Market Intelligence,dikutip dari website resmi S&P.

Dari sisi harga, inflasi biaya input pada Desember tetap tajam setelah melandai ke level terendah dalam empat bulan.

Kenaikan harga bahan baku dan kelangkaan pasokan dilaporkan sebagai penyebab utama meningkatnya beban biaya. Perusahaan merespons dengan kembali menaikkan harga jual di akhir 2025, tetapi dengan laju yang lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Keterlambatan pengiriman turut menyebabkan kenaikan biaya input yang kembali signifikan.

Sebagian perusahaan mencatat bahwa keterlambatan pengiriman sebagian dipicu cuaca buruk sehingga membebani kinerja pemasok selama Desember. Akibatnya, waktu pengiriman pemasok memanjang untuk bulan ketiga berturut-turut.

Perusahaan juga meningkatkan aktivitas pembelian secara moderat sebagai respons terhadap membaiknya kondisi pasar, serta berupaya memperbesar persediaan barang pra-produksi agar mampu merespons kenaikan permintaan lebih lanjut.

Pada saat yang sama, persediaan barang jadi meningkat karena produsen memilih menimbun stok guna memastikan penyelesaian pesanan yang efisien. Bahkan, persediaan pasca-produksi terakumulasi pada tingkat tertinggi bersama dalam enam tahun, setara dengan Juli 2024.

Perusahaan Tambah Pekerja

Kondisi permintaan yang solid mendorong produsen untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja dan aktivitas pembelian guna memenuhi kebutuhan tambahan.

Laju penciptaan lapangan kerja tergolong ringan, melemah dari November, tetapi masih sejalan dengan rata-rata sepanjang 2025.

Meski jumlah tenaga kerja bertambah, masih terdapat tekanan kapasitas akibat pertumbuhan pesanan baru. Karena itu, perusahaan kembali mencatat kenaikan tunggakan pekerjaan (backlogs) untuk bulan kedua berturut-turut.

Perusahaan juga menambah persediaan untuk mengimbangi kebutuhan pesanan saat ini dan ke depan seiring kepercayaan dunia usaha.

Produsen menunjukkan tingkat optimisme terkuat dalam tiga bulan. Berkat ekspektasi yang positif, perusahaan berupaya meningkatkan persediaan barang pra-produksi dan pasca-produksi agar tetap efisien dalam proses produksi dan penyelesaian pesanan.

Menatap 2026, produsen manufaktur Indonesia tetap optimistis bahwa volume produksi akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. Tingkat kepercayaan naik ke level paling kuat sejak September, ditopang oleh harapan bahwa penawaran produk baru akan mendorong peningkatan jumlah pelanggan.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |