MEDAN (Waspada.id): Kader senior Partai Golkar, Riza Fakhrumi Tahir, menilai pilihan DPD Partai Golkar kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang mengarah kepada Anggota DPR RI, H. Andar Amin Harahap, untuk memimpin Partai Golkar Sumut merupakan kebutuhan partai pascapemberhentian H. Musa Rajekshah (Ijeck).
Menurut Riza, standar normatif kepemimpinan Partai Golkar pascareformasi yang dikenal dengan prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, dan tidak tercela (PDDLT) tetap penting. Namun, dalam konteks saat ini, pendekatan kebutuhan partai menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pimpinan.
“PDDLT tetap penting, tetapi hari ini kebutuhan partai menjadi standar khusus. Andar Amin Harahap berada dalam lingkaran kebutuhan itu,” kata Riza, Sabtu (24/1).
Riza menjelaskan, pada fase ini Partai Golkar tidak lagi semata-mata menilai kader dari pemenuhan standar normatif. Pertanyaan utamanya adalah apakah seorang kader dibutuhkan untuk memimpin partai. Setelah itu, barulah dilihat apakah kader tersebut memenuhi kriteria PDDLT.
“Dari nama-nama yang muncul sebagai bakal calon Ketua Golkar Sumut, hanya Andar Amin yang memiliki irisan antara kebutuhan partai dan PDDLT,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa setiap kader dapat mengklaim mampu dan memenuhi syarat untuk memimpin. Bahkan, dirinya sendiri merasa mampu menjadi Ketua Golkar Sumut. Namun, Riza menyadari bahwa kebutuhan partai saat ini bukan pada figur seperti dirinya.
“Yang dibutuhkan partai adalah Andar. Sama seperti pada Musda X tahun 2020, saat itu yang dibutuhkan adalah Ijeck,” katanya.
Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumut dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari hingga 2 Februari 2026. Dua nama yang mencuat dalam bursa calon ketua adalah Andar Amin Harahap dan Hendri Yanto Sitorus. Wacana pencalonan Hendri telah muncul sejak sekitar setahun terakhir, sementara nama Andar Amin menguat dalam sebulan terakhir.
Meski muncul belakangan, dukungan terhadap Andar Amin disebut mengalir cepat. Riza menyebutkan, sekitar 30 DPD Partai Golkar se-Sumut telah menyampaikan pernyataan tertulis mendukung Andar Amin sebagai Ketua Golkar Sumut periode 2025–2029.
“Cepatnya dukungan itu menunjukkan Golkar membutuhkan kehadiran Andar untuk memimpin Sumut. Dukungan tersebut lebih rasional dan realistis,” ujar Ketua Kosgoro 1957 Sumut periode 2021–2025 itu.
Riza juga menilai terjadi pergeseran dukungan di tingkat DPP Partai Golkar pascapemberhentian Ijeck, yang sebelumnya mengarah kepada Hendri Sitorus, kemudian beralih ke Andar Amin. Pergeseran tersebut diduga terjadi setelah DPP melihat keterbatasan Hendri dalam melakukan konsolidasi internal.
“Selama lima tahun saya bersama 33 ketua DPD Golkar se-Sumut. Sangat sulit bagi Hendri memengaruhi mereka. Keraguan saya dijawab oleh sikap DPP dan DPD-DPD,” ujar Wakil Ketua Korbid Politik, Hukum, dan HAM DPD Golkar Sumut periode 2020–2025 itu.
Tugas Berat Ketua Golkar Sumut
Riza menegaskan, siapapun yang terpilih sebagai Ketua Golkar Sumut akan menghadapi tugas berat, terutama dalam mengoordinasikan dan mengonsolidasikan pemenangan Pemilu 2029. Pada Pemilu 2024, Partai Golkar berhasil meraih 22 kursi DPRD Sumut, jumlah tertinggi sejak era reformasi.
“Tantangannya adalah mempertahankan atau menambah 22 kursi tersebut. Selain itu, ketua juga harus siap menghadapi perubahan iklim politik jika terjadi perubahan sistem pemilu,” katanya.
Selain DPRD Sumut, Ketua Golkar Sumut juga harus mengawal 208 kursi DPRD kabupaten/kota serta delapan kursi DPR RI.
Meski demikian, Riza optimistis Andar Amin mampu menjaga dan melanjutkan prestasi Golkar Sumut. Andar tercatat dua periode menjabat Ketua Golkar Padang Lawas Utara, pernah menjabat wali kota dan bupati, serta kini menjadi anggota DPR RI.
“Rekam jejak Andar setidaknya mampu menjaga kehormatan Golkar Sumut pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Kader Ideologis
Riza juga menilai Andar Amin sebagai kader ideologis yang tumbuh dalam tradisi panjang Partai Golkar. Ayah Andar, Bahrum Harahap, merupakan tokoh senior Golkar yang pernah memimpin Golkar Tapanuli Selatan pada Pemilu 1999.
“Pada saat Golkar kalah di banyak daerah, Golkar Tapsel justru menang di bawah kepemimpinan Bahrum Harahap. Itu adalah legacy yang kuat,” katanya.
Selain kemenangan politik, Bahrum juga membangun kantor Golkar sendiri di Tapanuli Selatan yang hingga kini masih digunakan.
“Bagi saya, Bang Bahrum adalah pejuang sejati Golkar. Andar dibesarkan langsung oleh beliau. Karena itu Andar bukan hanya kader biologis, tetapi juga kader ideologis,” tutup Riza. (rel)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.




















































