Jakarta, CNBC Indonesia - Harga televisi (TV) mengalami kenaikan di tengah perubahan harga barang elektronik. Konsumen yang berencana membeli TV kini harus menyiapkan anggaran lebih besar, dengan harga yang berbeda tergantung merek, ukuran, dan teknologi layar.
Kenaikan harga menjadi perhatian calon pembeli yang sedang melihat-lihat produk elektronik di toko. Salah satu penjual, Rudi, menyebut pilihan TV di tokonya cukup beragam, mulai dari ukuran kecil hingga layar berukuran besar dengan teknologi yang berbeda.
"TV kalau tergantung brand. Kalau TV yang bagus TCL misalnya. Sekarang untuk saat ini ya. Ada yang UHD, ada yang QLED. Ada yang dari 43, ada yang dari 32, 43, 50, 55, 65, 75, 98. Ada semua," ujar Rudi, penjual elektronik di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (23/9/26).
Perbedaan harga juga terlihat ketika konsumen membandingkan ukuran TV yang ingin dibeli. Untuk TV 43 inci, misalnya, calon pembeli masih harus menyiapkan dana sekitar Rp4 jutaan berdasarkan harga yang ditawarkan pedagang.
"Memang harga TV naiknya lumayan belakangan ini. Yang 43 kisaran Rp4 jutaan saat ini," kata Rudi.
Pedagang toko elektronik lainnya di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Hidayat juga melihat perubahan harga TV cukup terasa. Bahkan, menurutnya, kenaikan pada TV berukuran kecil hingga menengah menjadi salah satu yang paling mencolok dibandingkan harga sebelumnya.
"TV parah lagi naiknya. 32 dulu, kita ngomong ya kisaran Rp1,9 juta. Beda-beda dikit. Sekarang Rp3 juta," ujar Hidayat, penjual elektronik.
Perubahan tersebut membuat pilihan TV dengan harga terjangkau semakin terbatas. Konsumen yang tetap ingin membeli TV dengan ukuran 32 inci harus membandingkan produk bermerek dengan pilihan tanpa merek.
"Iya, 32 inch itu yang bermerek ya. Kalau yang enggak bermerek kayak merek Cina ada yang Rp2,4 jutaan," kata Hidayat.
Kenaikan harga juga membuat sebagian konsumen memilih menunda pembelian TV. Dalam percakapan di toko, calon pembeli yang awalnya mencari beberapa perangkat elektronik akhirnya memutuskan memprioritaskan kebutuhan yang dianggap lebih mendesak.
"TV kalau enggak butuh-butuh amat, jangan dulu. Makanya ngelihat TV sekarang agak lumayan juga, kita juga menjualnya bingung," ujar Hidayat.
Deretan TV di toko elektronik di Pasar Ciputat, Selasa (22/9/26) (CNBC Indonesia/ Ferry Sandi) Foto: Ferry Sandi
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































