Pemko Banda Aceh Diminta Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Lonjakan Harga Daging Meugang Ramadhan

2 hours ago 4
Lainnya

24 Januari 202624 Januari 2026

Pemko Banda Aceh Diminta Siapkan Langkah Strategis Antisipasi Lonjakan Harga Daging Meugang Ramadhan Kepala UPTD RPH Banda Aceh, Heriansyah, SH, M.Si. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id) — Masyarakat Banda Aceh meminta Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan langkah dan upaya strategis untuk mengantisipasi lonjakan harga daging menjelang Meugang Ramadhan 1447 Hijriah.

Upaya tersebut dinilai penting agar tradisi Makmeugang tetap dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.

Salah seorang warga Banda Aceh yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapan tersebut kepada wartawan.

Ia meminta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, agar kembali menggelar Pasar Murah Khusus Daging Meugang seperti yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

“Pasar Murah Khusus Daging Meugang tahun lalu sangat membantu masyarakat. Harga daging tetap stabil seperti hari-hari biasa sehingga kami tetap bisa menikmati daging meugang bersama keluarga. Kami berharap tahun ini kembali diadakan,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima di Medan, Sabtu (24/1).

Diketahui, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan pada Meugang Ramadhan dan Meugang Idul Fitri 2025 lalu telah melaksanakan Operasi Pasar Murah Khusus Daging Meugang tanpa menggunakan APBK. Kebijakan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga daging di pasaran.

Operasi pasar murah tersebut mendapat antusiasme tinggi dari ribuan masyarakat Banda Aceh. Selain membantu masyarakat memperoleh daging dengan harga normal, kebijakan itu juga dinilai berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di Kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Sejumlah warga turut mengapresiasi Kepala UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh, Heriansyah, atas langkah cepat, tanggap, dan solutif yang diambil dalam pelaksanaan operasi pasar daging meugang. Langkah tersebut dinilai berhasil menstabilkan harga daging di wilayah Kota Banda Aceh.

“Model operasi pasar daging meugang yang dilakukan Pemko Banda Aceh pada 2025 lalu merupakan terobosan baru dan pertama kali dilaksanakan, bahkan di Aceh maupun Indonesia. Model ini patut dijadikan contoh dan Banda Aceh bisa menjadi role model bagi daerah lain,” ujar sejumlah warga.

Pasar Murah Daging Meugang. Waspada.id/ist

Secara terpisah, Kepala UPTD RPH Banda Aceh, Heriansyah, SH, M.Si, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp terkait rencana pelaksanaan Operasi Pasar Murah Daging Meugang tahun ini, menyatakan kesiapannya menunggu arahan pimpinan.

“Saya ini hanya prajurit, Bang. Sebagai prajurit saya siap menunggu petunjuk dan perintah pimpinan. Jika diperintahkan untuk melaksanakan kembali, kami siap turun gunung,” tulis Heriansyah.

Ia menambahkan, jika operasi pasar kembali digelar, pihaknya akan memulai dengan pemetaan, konsolidasi, koordinasi, kolaborasi, dan aksi yang dilakukan secara terukur, terstruktur, dan sistematis, serta diakhiri dengan evaluasi.

“Kalau menjelang Idul Fitri tahun lalu Banda Aceh kami kepung selama empat hari berturut-turut untuk menjaga stabilitas harga daging, maka tahun ini jika diperlukan kami siap mengawal lebih lama lagi,” tutup Heriansyah. (id23/rel)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |