Pegawai RI Siap-Siap WFA 1 Kali Seminggu, Ekonom: Kebijakan Tepat!

4 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom menilai kebijakan Work From Anywhere atau WFA bagi pekerja di Tanah Air sebanyak satu hari dalam seminggu yang diwacanakan pemerintah cukup tepat untuk menghemat konsumsi BBM di tengah gejolak dunia.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan kebijakan WFA tersebut mampu menjadi cara untuk menghemat konsumsi dan juga berpotensi berdampak ke penghematan impor BBM di tengah tingginya harga minyak global akibat perang di Timur Tengah.

"Jadi konsumsi kita lebih tinggi dari produksi minyak kita yang juga cenderung turun. Sekarang kan sekitar 600 ribu barrel per hari jadi harus diimpor. Jadi memang di harga yang tinggi itu juga beban bagi APBN karena kan subsidi-nya juga membengkak gitu ya," ucap David saat dihubungi CNBC Indonesia pada Rabu (25/3/2026).

Meskipun demikian, David tidak menampik ada konsekuensi yakni terdampaknya sektor mobilitas dan UMKM.

"di harga yang tinggi itu juga beban bagi APBN karena kan subsidi-nya juga membengkak gitu ya," ucap David saat dihubungi CNBC Indonesia pada Rabu (25/3/2026).

Meskipun demikian, David tidak menampik ada konsekuensi yakni terdampaknya sektor mobilitas dan UMKM.

"Kalau ini (WFA) dilakukan juga bisa mempengaruhi terutama sektor-sektor mobilitas masyarakat. Misalnya logistik, angkutan, dan sektor UMKM seperti pedagang kecil di sekitaran perkantoran," ujar David.

Oleh karena itu, David menyarankan adanya kebijakan tambahan yang dapat melindungi sektor terdampak tersebut misalnya bantuan langsung dari pemerintah seperti saat pandemi Covid silam.

"Mungkin perlu dipikirkan bagaimana mitigasinya ke sektor tersebut. Karena saat pandemi terjadi, saat itu ada bantuan pemerintah," ucapnya.

Sementara Global Markets Economist at Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengatakan bahwa program WFA tersebut sah saja dilakukan untuk penghematan BBM.

"Sah-sah saja dan untuk WFA itu dipakai satu hari. Jadi spiritnya melakukan efisiensi fiskal dengan tidak mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi," ucap Myrdal kepada CNBC Indonesia saat dihubungi pada Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, kebijakan WFA ini adalah alternatif yang dipakai pemerintah untuk menghindari kenaikan harga BBM di saat harga minyak mentah dunia melonjak.

Dirinya pun mengatakan jika memang ada dampak pelemahan ekonomi karena WFA, efeknya tidak sedahsyat jika pemerintah memilih menaikkan harga BBM dan gas.

"Kalaupun ada pelemahan aktivitas ekonomi akibat kegiatan WFA , saya rasa dampaknya tidak sedahsyat dampak second round impact dari kenaikan harga BBM bersubsidi.

Ekonom Bank Danamon Indonesia Hosianna Evalita Situmorang juga menuturkan WFA bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menghemat konsumsi BBM.

"Kita lihat dari urgensinya kan jaga defisit dan inflasi, salah satu langkah adalah WFH sebagai solusi jangka pendeknya," kata Hosianna kepada CNBC Indonesia pada Rabu (25/3/2026).

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |