Panen padi perdana pada sistem padi mina atau minapadi di Desa Kede Unga, Kabupaten Indrajaya, Kabupaten Aceh Jaya pada Sabtu (24/1/2026). Sistem pertanian terpadu padi mina atau minapadi yaitu sistem yang mengombinasikan budidaya padi, ikan, udang atau komoditi lainnya dalam satu lahan. Waspada.id/Hulwa Dzakira
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
ACEH JAYA (Waspada.id): Program diseminasi teknologi minapadi di Kabupaten Aceh Jaya telah memasuki masa panen perdana yang digelar di Desa Kede Unga, Kecamantan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya pada Sabtu (24/1/2026).
Hal ini membuktikan bahwa sistem pertanian terpadu padi, ikan, dan udang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani. Sistem pertanian terpadu padi mina atau minapadi yaitu sistem yang mengombinasikan budidaya padi, ikan, udang atau komoditi lainnya dalam satu lahan. Pola tanam ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani.
Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, mengatakan hasil panen perdana ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan jangka panjang.
“Hasil perdana ini akan dicatat dan dievaluasi untuk melihat kelebihan dan kekurangannya, sehingga ke depan bisa dikembangkan lebih optimal,” kata Surya kepada awak media usai kegiatan panen.
Dalam program ini, petani menerapkan sistem optimalisasi lahan dengan menanam padi varietas Cibatu Putih yang memiliki masa panen sekitar tiga bulan. Setelah 40 hari masa tanam, petani memasukkan ikan nila sulthana dan udang ke lahan sawah.
Ikan dan udang sebelumnya dibesarkan di kolam khusus yang berada di sekitar area persawahan, sebelum dilepas ke lahan minapadi.
“Menariknya, kita menggunakan udang pidang, yaitu endemik Aceh Barat-Selatan yang kita adaptasikan ke sistem air tawar. Dengan teknologi, udang bisa tumbuh optimal di sawah,” jelas Surya.
Berdasarkan perhitungan sementara, sistem minapadi ini memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan. Pada lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi, petani mampu memperoleh hasil dari padi Rp34.387.000, bibit udang (90 kg) Rp7.650.000 dan hasil ikan Rp37.500.000
Total potensi pendapatan mencapai Rp79.537.000 dalam satu siklus tanam.
“Ini hasil yang luar biasa dan sangat mendukung ketahanan pangan. Selain meningkatkan produksi, juga meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga petani,” ujar Surya.
Selain padi, ikan, dan udang, ke depan program ini akan dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi peternakan bebek. Setelah panen padi, bebek akan dilepas untuk mengisi masa jeda sebelum musim tanam berikutnya.
“Ke depan akan kita lengkapi dengan ternak bebek. Jadi sistemnya benar-benar terpadu,” katanya.
Proses pemanenan udang pisang dan ikan nila sulthana yang dikembangkan melalui sistem minapadi terpadu di Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (24/1/2026). Sistem pertanian terpadu padi mina atau minapadi yaitu sistem yang mengombinasikan budidaya padi, ikan, udang atau komoditas lainnya dalam satu lahan. Waspada.id/Hulwa DzakiraSurya menilai program ini berpotensi menjadi model nasional dalam penguatan ketahanan pangan berbasis lokal. Terlebih, kebutuhan pangan diperkirakan terus meningkat, seiring dengan pelaksanaan program makan bergizi gratis.
“Kita ingin bahan pangan untuk program nasional bisa dipenuhi dari daerah sendiri, tidak tergantung pasokan luar,” tegasnya.
Program minapadi ini merupakan kerja sama antara Yayasan Halimun Al-Asyi, investor, dan pemerintah daerah. Selain sebagai lahan percontohan, lokasi ini juga direncanakan menjadi pusat pelatihan pertanian dan perikanan terpadu.
“Ini akan menjadi pusat pelatihan bagi masyarakat yang ingin berkecimpung di sektor pertanian dan perikanan,” ujar Surya.
Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemkab Aceh Jaya juga berkomitmen memberikan dukungan lanjutan, baik melalui pendampingan, penyuluhan, maupun bantuan bibit.
“Ini pilot project yang bisa dikembangkan ke daerah lain. Pemerintah akan terus mendukung agar program ini berkelanjutan,” pungkasnya. (Hulwa)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































