Susi Setiawati, CNBC Indonesia
09 January 2026 08:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebulan lagi aksi kocok ulang indeks global populer, Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan segera dimulai. Sejumlah saham RI seperti BUMI sampai FILM digadang bakal masuk.
Sebagai informasi dulu, untuk rebalancing terdekat akan diumumkan pada 10 Februari 2026, kemudian periode efektifnya akan berlaku pada 2 Maret 2026 mendatang. Perlu dipahami, biasanya sehari di hari market buka sebelum tanggal efektif saham-saham yang masuk atau keluar indeks MSCI akan mengalami volatiltias yang cukup signifikan. Jadi, sangat penting untuk kita memahami momentum ini.
Namun, hal menarik di tengah penantian rebalancing MSCI terbaru ini adalah memantau saham-saham yang potensial masuk.
Alasannya sederhana. Ketika sebuah saham masuk ke indeks MSCI, khususnya MSCI Global Standard atau MSCI Small Cap, saham tersebut berpotensi dibeli oleh dana asing pasif seperti ETF dan fund manager global yang menjadikan MSCI sebagai acuan. Aliran dana ini biasanya bersifat otomatis dan dalam jumlah besar, sehingga mampu mendorong likuiditas sekaligus harga saham dalam waktu relatif singkat.
Tak heran, menjelang pengumuman hasil rebalancing MSCI, pasar sering kali lebih dulu berspekulasi dengan mengakumulasi saham-saham yang dianggap memenuhi kriteria. Pola ini kerap memunculkan reli harga sebelum pengumuman resmi, meski setelah masuk indeks, pergerakan saham bisa kembali lebih selektif tergantung kinerja dan sentimen lanjutan.
Karena itu, memantau saham-saham yang berpotensi masuk MSCI menjadi strategi yang cukup populer di kalangan pelaku pasar. Selain potensi capital gain dari kenaikan harga, status sebagai konstituen MSCI juga biasanya meningkatkan visibilitas emiten di mata investor global dan memperkuat persepsi kualitas saham tersebut.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dinilai paling potensial untuk masuk ke MSCI Global Standar. Dari sisi kapitalisasi pasar sudah memenuhi ambang minimum, seiring dengan harga saham-nya yang sudah terbang ke atas Rp400 per lembar.
Sebenarnya, BUMI juga saat ini sudah masuk MSCI tapi di kelas small cap. Jadi pada rebalancing kali, saham batu bara dan mineral kongsi grup Bakrie dan Salim ini digadang bakal naik kelas. Berikutnya, ada saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang potensi masuk MSCI dengan harga saham terkini di Rp12.275 per lembar. Posisi ini dinilai dinilai sudah memenuhi ambang minimum untuk masuk MSCI di harga sekitar Rp11.500 per lembar.
Lalu ada saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) potensi masuk ke MSCI dengan harga saham terkini di Rp14.500, sudah memenuhi syarat minimum di harga Rp9.195 per lembar. Sayangnya, saham ini sekarang sedang disuspensi, jika tidak segera dibuka ada potensi bisa gagal masuk, karena jumlah hari yang dihentikan akan mengurangi nilai rata-rata transaksi harian.
Selain itu, masih ada beberapa yang potensial seperti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Adapun berikut rincian dari deretan saham yang potensial masuk MSCI edisi rebalancing Februari 2026 :
CNBC INDONESIA RESEARCH
(mae/mae)

17 hours ago
4
















































