Jakarta, CNBC Indonesia - Prinsip bebas aktif yang dicanangkan para bapak pendiri bangsa untuk menavigasi kebijakan politik luar negeri Indonesia hingga kini terus dipertahankan Presiden Prabowo Subianto.
"Makanya saudara-saudara, Indonesia bebas aktif, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, kita hormati semua," kata Prabowo di Jawa Timur, dikutip Senin (18/5/2026).
Melalui prinsip politik luar negeri itu, banyak negara kata dia hingga kini menaruh hormat kepada Indonesia. Bahkan, diantaranya ada pimpinan negaranya yang sampai terharu ketika berkunjung ke tanah air karena besarnya penghormatan dari Indonesia.
Ia menyebut, kejadian ini sempat dialami Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka, saat melakukan kunjungan resmi kenegaraan ke Indonesia pada 24 April 2025.
"Di depan wartawan dia keluar air mata, mengatakan yang mulia selama saya menjadi PM Fiji saya belum pernah mendapat penerimaan seperti ini. Saya sangat terharu karena negara saya sangat kecil, negara dia hanya 1 juta orang tapi kita perlakukan sama dengan negara besar," tutur Prabowo.
Ajaran hormat dan saling menghormati ini menurutnya bukan hanya dicanangkan oleh para bapak pendiri bangsa. Melainkan sudah turun menurun diajarkan ke masyarakat sejak kecil.
"Makanya saya canangkan begitu saya jadi presiden, politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif, non blok dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik, we want to be the good neighbors and all policy the good neighbors policy," paparnya.
(arj/arj)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































