Mengintip Dapur Dodol Betawi, Orderan Lagi Naik Jelang Lebaran

2 hours ago 1
Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Kesibukan tampak mewarnai tempat produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun yang berada di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Di dapur produksi yang telah berdiri sejak era 1980-an itu, para pekerja hilir mudik menyiapkan bahan dan mengaduk dodol dalam kuali-kuali besar, menandai meningkatnya aktivitas menjelang Hari Raya Idul Fitri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pesanan dodol Betawi di tempat ini melonjak tajam menjelang Lebaran. Seorang pekerja menuturkan bahwa pada hari biasa mereka hanya memasak dua kenceng dalam sehari. Namun menjelang Idul Fitri tahun ini, produksi meningkat drastis hingga mencapai 16 kenceng per hari. Kenceng sendiri merupakan kuali berukuran besar yang digunakan untuk memasak dodol.   (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Untuk memenuhi lonjakan permintaan tersebut, proses produksi dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai setelah subuh dan berlangsung hingga sore hari sekitar pukul empat. Dalam satu sesi, delapan kenceng dodol dimasak secara bersamaan dengan waktu memasak mencapai sekitar tujuh jam hingga adonan mengental sempurna.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Proses pembuatan dodol Betawi dimulai dari pengolahan kelapa. Kelapa dikupas dan digiling, kemudian ditambahkan air untuk menghasilkan santan. Sementara itu, beras ketan dicuci lalu digiling hingga menjadi tepung. Pada saat yang sama, gula merah dan gula pasir dimasak hingga mencair. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Salah satu keunikan produksi di Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun adalah penggunaan kayu bakar sebagai bahan bakar utama. Selain bahan bakar, kemampuan mengatur besar kecilnya api juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas dodol yang dihasilkan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Cara tradisional ini tetap dipertahankan karena dianggap mampu menjaga cita rasa dan aroma khas dodol. “Kalau pakai gas rasanya beda,” ujar salah satu pekerja. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Setelah matang, dodol kemudian dipindahkan ke dalam besek bambu untuk didinginkan dan dikemas. Dari satu kenceng adonan dodol dapat dihasilkan sekitar 20 besek. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produksi Pondok Dodol Sari Rasa Ibu Yuyun di Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Produk yang dijual memiliki beberapa pilihan kemasan, mulai dari kemasan gulungan seharga Rp25 ribu, besek kecil Rp100 ribu, hingga besek besar Rp130 ribu. Khusus kemasan gulungan tersedia dalam beberapa varian rasa, yaitu original, durian, dan ketan hitam. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |