Media Asing Sorot Keputusan MSCI soal Pasar Indonesia, Sebut Ini

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah media asing menyoroti keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang kembali menunda peninjauan status pasar Indonesia hingga November 2026. Sementara ini, Indonesia masih mempertahankan status sebagai pasar berkembang (emerging market).

Mengutip laman Singapura CNA yang melansir Reuters, dalam artikel berjudul "Indonesia clings to emerging markets mantle as MSCI extends review to November", memang pengumuman baru memicu reli pemulihan singkat. Namun sebagian besar, tulis laman itu, kekhawatiran terhadap Indonesia masih ada.

"Sentimen kemungkinan akan tetap lesu di pasar yang telah berubah dari primadona menjadi beban," muatnya.

"Sejak Januari, Indonesia telah mengumumkan langkah-langkah untuk membantu meredakan beberapa kekhawatiran tersebut."

Dimuat pula pernyataan analis setempat dari SGMC Capital di Singapura, Mohit Mirpuri. Ia mengatakan perpanjangan MSCI adalah hasil yang lebih baik daripada yang dikhawatirkan banyak orang, mencatat bahwa penyusun indeks tidak sampai meluncurkan konsultasi pasar perbatasan dan secara eksplisit mengakui reformasi tersebut.

"Nada yang disampaikan konstruktif tetapi jelas bersyarat," katanya.

"Saya pikir risiko penurunan peringkat langsung telah ditunda daripada dihilangkan. Tekanan dari MSCI kemungkinan masih ada... yang mungkin membuat beberapa investor asing tetap berhati-hati."

Hal ini juga jadi pemberitaan khusus CNBC International. Saat menyoroti keputusan MSCI ke bursa Korea Selatan (Korsel), laman itu juga menyorot RI dalam artikel "MSCI keeps South Korea as emerging market, delays Indonesia review amid downgrade risk".

"Bagi Indonesia, tinjauan lanjutan ini dilakukan setelah MSCI menyampaikan kekhawatiran mengenai aksesibilitas pasar pada awal tahun ini dan membekukan saham-saham negara tersebut dari indeksnya pada bulan Januari, dengan alasan kekhawatiran terhadap kemampuan investasi," muatnya.

"MSCI mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi reformasi yang dilakukan oleh otoritas Indonesia, namun jika langkah-langkah tersebut terbukti tidak cukup, penyedia indeks akan mempertimbangkan serangkaian pilihan untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, termasuk potensi penurunan peringkat ke status pasar terdepan," tambah laman tersebut.

(tfa/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |