MBG Ngebut di 2026, Saham Ini Bisa Ikut Cuan

1 day ago 4

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

07 January 2026 14:35

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menegaskan tidak ada revisi atau perubahan APBN 2026, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dinilai akan menguntungkan sejumlah emiten di sektor poultry sampai susu.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan anggaran yang sudah disahkan dalam Undang-Undang APBN tetap berjalan sesuai rencana. Jika pun ada penyesuaian, hal tersebut hanya bersifat teknis dan sudah diatur dalam mekanisme yang berlaku.

"Enggak, kalau APBN kan sejak awal juga sudah dirancang sedemikian rupa dan itu juga sudah disahkan ya di dalam Undang-Undang APBN. Kalaupun kemudian ada perkembangan atau ada perubahan-perubahan tentunya sudah diatur di dalam sebuah mekanisme," kata Prasetyo saat ditemui di sela-sela taklimat Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Anggaran MBG Aman, Tetap di Rp355 Triliun di 2026

Dalam taklimat Kabinet Merah Putih di Hambalang, Presiden Prabowo Subianto disebut menyoroti perbaikan teknis pelaksanaan, khususnya pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah meminta disiplin prosedur diperketat, menyusul masih adanya sekitar 15 kejadian teknis pada Desember. Namun Prasetyo menegaskan, tidak ada kendala dari sisi anggaran.

"Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," ungkap Prasetyo.

Untuk 2026, pemerintah mengalokasikan Rp 335 triliun untuk MBG. Targetnya ambisius yaitu 82,9 juta penerima manfaat dan 35.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

"Target di tahun 2026 harus selesai kurang lebih nanti akan ada sekitar 35.000 SPPG, yang akan melayani 82,9 juta penerima manfaat," lanjut Prasetyo.

Saat ini penerima manfaat MBG telah menyentuh 55 juta masyarakat Indonesia, dengan total SPPG mencapai 19.000. Adapun alokasi anggaran untuk proyek MBG di tahun 2026 mencapai Rp 335 triliun.

Terkait dengan program Cek Kesehatan Gratis, menurut Prasetyo, saat ini pemerintah juga telah menyalurkan fasilitas itu sebanyak 70 juta di tahun 2025.

Prabowo : Penerima Manfaat MBG Capai 55 Juta

Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sekitar 55 juta penerima manfaat per Senin (5/1/2026). Menurutnya, progres tersebut tergolong sangat cepat jika dibandingkan dengan negara lain yang memiliki kebijakan serupa, seperti Brasil.

Prabowo menjelaskan, Indonesia mampu mencapai angka tersebut hanya dalam kurun waktu satu tahun. Sementara itu, Brasil baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.

"Hari ini sudah ada 55 juta penerima manfaat (MBG) di Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut. Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun," ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Kota Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Ia pun kemudian mengungkapkan latar belakang munculnya kebijakan tersebut. Ia berkisah, ide ini muncul setelah ia kerap merasa tidak tega melihat anak-anak di pedesaan yang telah berusia menjelang remaja, namun kondisi fisiknya tidak mencerminkan usia mereka akibat kekurangan gizi.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Prabowo mengatakan dirinya melakukan kajian dan studi kebijakan ke berbagai negara terkait pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu yang menjadi rujukan adalah India yang memprioritaskan anggaran negara untuk program makan bergizi bagi kelompok rentan.

"Saya keliling dunia, saya belajar. Saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis," lanjutnya.

Kini, pemerintah Indonesia telah berhasil merealisasikan kebijakan tersebut secara masif. Bahkan, menurut Prabowo, program MBG juga mendapat apresiasi dari kalangan internasional.

Ia berkisah bahwa para ahli dari Rockefeller Institute sempat menilai MBG sebagai investasi pemerintahan yang terbaik. Sebab, setiap Rp1 investasi kepada program MBG dapat menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5-35 kali lipat.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa dampak ekonomi bukanlah tujuan utama dari program tersebut. Baginya, yang paling penting adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.

"Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi," pungkasnya.

Saham yang Berpotensi Diuntungkan Program MBG

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berpotensi menjadi salah satu penerima manfaat utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring ekspansi jumlah penerima di 2026, ditambah prospek dividen yang dinilai cukup menarik.

Posisi JPFA dinilai strategis karena memiliki model bisnis terintegrasi, mulai dari pakan ternak, pembibitan, hingga produksi protein hewani yang menjadi komponen utama menu MBG.

Keikutsertaan JPFA dalam program prioritas pemerintah berpotensi memberikan kepastian permintaan jangka menengah, sekaligus membantu menjaga akses bahan baku pakan utama seperti jagung dan bungkil kedelai, serta ketersediaan bibit. Hal ini mendukung stabilitas biaya dan kelancaran produksi di tengah meningkatnya kebutuhan protein nasional.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Kedua, ada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga berpotensi menjadi penerima manfaat signifikan dari keberlanjutan MBG.

Sebagai pemain terbesar di industri unggas nasional, CPIN memiliki skala produksi, efisiensi operasional, dan jaringan distribusi yang memungkinkan suplai dalam jumlah besar dan konsisten.

Program MBG berpotensi menciptakan permintaan struktural jangka menengah terhadap ayam, telur, dan produk turunannya. Dengan kapasitas yang besar dan model bisnis terintegrasi, CPIN memiliki ruang untuk meningkatkan utilisasi kapasitas sekaligus menjaga margin.

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)

Selain protein hewani, MBG juga menekankan pemenuhan gizi seimbang, termasuk asupan susu dan produk olahan berbasis kalsium. Dalam konteks ini, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) berpotensi ikut menikmati dampak positif dari program MBG.

ULTJ merupakan produsen susu UHT dan minuman bergizi dengan kapasitas produksi besar serta merek yang sudah mapan. Jika susu atau minuman bergizi menjadi bagian dari menu MBG, terutama untuk anak sekolah, ULTJ berada di posisi strategis untuk menangkap peningkatan volume permintaan tanpa perlu ekspansi agresif.

Selain itu, karakter produk ULTJ yang memiliki masa simpan panjang dan standar kualitas konsisten menjadikannya cocok untuk program berskala nasional seperti MBG, khususnya di wilayah dengan tantangan distribusi.

Baru-baru ini saham ULTJ makin menarik karena ada aksi buyback oleh pengendali. Jajaran pimpinan ULTJ diketahui memborong saham senilai Rp1,8 miliar. Aksi ini dilakukan oleh Direktur dan Komisaris Ultrajaya pada 30 Desember 2025.

Dalam laporan kepemilikan saham KSEI, Direktur Ultrajaya Sabana Prawira Widjaja tercatat membeli sebanyak 700.000 saham ULTJ. Adapun transaksi ini dilakukan pada harga Rp1.440 per saham, sehingga nilainya tercatat sebesar Rp1 miliar.

Setelah aksi ini, kepemilikan pengendali meningkat dari 5.527.219.300 saham menjadi 5.527.919.300 saham, dengan porsi hak suara tetap sebesar 53,16%.

"Tujuan transaksi adalah bisnis dan jenis transaksi adalah pembelian," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa, (6/1/2026).

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |