Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang bulan suci Ramadan 2026 (1447 H), umat Muslim biasanya mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sahur dan berbuka, tetapi juga kesiapan agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Salah satu amalan yang sering dilakukan adalah mandi sebelum menjalankan puasa. Aktivitas ini dipercaya sebagai bentuk penyucian diri dalam menyambut bulan penuh berkah.
Namun, masih banyak yang bertanya: apakah mandi sebelum puasa wajib? bagaimana bacaan niatnya? kapan waktu yang tepat melakukannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Mandi sebelum puasa Ramadan merupakan bentuk persiapan diri agar dapat menjalankan ibadah dalam keadaan bersih dan suci. Selain menjaga kebersihan fisik, mandi juga memiliki makna spiritual sebagai upaya membersihkan diri lahir dan batin sebelum memasuki ibadah puasa.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222)
Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kesucian merupakan amalan yang dicintai Allah SWT, termasuk sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan.
Secara praktik, mandi sebelum puasa terbagi menjadi dua:
-
Mandi sunnah, yaitu mandi sebagai persiapan menyambut Ramadan atau sebelum berpuasa.
-
Mandi wajib (mandi junub), yaitu mandi untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah hubungan suami istri, mimpi basah, selesai haid, atau nifas.
Mandi Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Ramadan
Dalam kajian fiqih yang dikutip NU Online dari kitab I'anatut Thalibin, dijelaskan bahwa sebagian ulama seperti Imam Al-Adzra'i sempat membatasi kesunahan mandi malam Ramadan hanya bagi mereka yang hendak menghadiri salat berjamaah.
Namun, pendapat yang dinilai lebih kuat justru menyatakan bahwa mandi sunnah ini bersifat umum dan tidak terbatas, sehingga boleh dilakukan oleh siapa pun tanpa syarat khusus.
Ulama lain, yakni Imam Ali Syibramalisi, juga menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan mandi sunnah malam Ramadhan dimulai sejak matahari terbenam hingga terbit fajar shadiq. Artinya, mandi bisa dilakukan kapan saja pada malam hari, baik sebelum tidur, setelah tarawih, maupun menjelang sahur.
Untuk niat mandi sunnah Ramadan, lafaz yang biasa digunakan adalah:
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
(Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min Ramadhana lillâhi ta'âlâ)
Artinya: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Hukum Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Secara umum, mandi sebelum puasa Ramadan tidak wajib, melainkan sunnah. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak mandi terlebih dahulu, selama syarat dan rukun puasa terpenuhi. Mandi menjadi wajib apabila seseorang berada dalam keadaan hadas besar, seperti:
-
Junub
-
Selesai haid
-
Selesai nifas
Dalam kondisi tersebut, mandi wajib harus dilakukan agar seseorang dapat melaksanakan ibadah lain seperti salat dan membaca Al-Qur'an dalam keadaan suci.
Namun, kewajiban mandi ini tidak berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya puasa, melainkan berkaitan dengan kesucian untuk ibadah lain. Hal ini dijelaskan oleh Syafi'i Hadzami dalam kitab Taudhihul Adilah yang dikutip Detik Jabar, bahwa orang junub memang dianjurkan segera mandi sebelum terbit fajar, tetapi jika belum sempat mandi hingga Subuh, puasanya tetap sah.
Penjelasan NU: Junub Sampai Pagi Tetap Sah Puasa
Dalam pembahasan Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama menegaskan bahwa kondisi junub hingga pagi hari tidak membatalkan puasa.
Hal ini didasarkan pada riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah SAW pernah berada dalam keadaan junub di pagi hari, kemudian beliau mandi dan tetap menjalankan puasa. Redaksi "Rasulullah SAW tidak mengaqadha" menunjukkan bahwa puasa tersebut tetap sah tanpa kekurangan apa pun.
NU juga menegaskan:
-
Menunda mandi junub hingga setelah Subuh diperbolehkan, terutama jika tertidur atau karena uzur lain, dan puasa tetap sah selama junub terjadi sebelum terbit fajar (waktu Subuh)
-
Namun, yang lebih utama adalah mandi sebelum Subuh agar bisa segera menunaikan salat dalam keadaan suci.
Keutamaan Mandi Sebelum Puasa
Meskipun tidak wajib, mandi sebelum puasa memiliki beberapa keutamaan:
-
Menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh
-
Memberikan rasa segar selama berpuasa
-
Menumbuhkan semangat ibadah
-
Menjadi bentuk penghormatan menyambut Ramadan
Dalam Islam, kebersihan merupakan bagian dari iman. Karena itu, mandi sebelum puasa termasuk kebiasaan baik yang dianjurkan.
Tata Cara Mandi Sebelum Puasa
Baik mandi sunnah maupun mandi wajib, tata caranya sama:
-
Membaca niat dalam hati
-
Mencuci kedua tangan
-
Membersihkan bagian tubuh yang kotor atau najis
-
Berwudhu seperti hendak salat
-
Menyiram kepala tiga kali
-
Menyiram seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu kiri
-
Menggosok tubuh agar air merata
-
Memastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat
Yang terpenting, air harus mengenai seluruh tubuh.
Waktu Terbaik Mandi Sebelum Puasa
Mandi dapat dilakukan:
-
Malam hari sebelum tidur
-
Setelah sahur
-
Sebelum masuk waktu Subuh
Jika seseorang masih junub hingga Subuh, puasanya tetap sah. Namun, ia wajib segera mandi agar dapat melaksanakan salat tepat waktu.
Sebagian orang juga memilih mandi pagi hari setelah Subuh untuk menjaga kesegaran selama berpuasa.
Apakah Mandi Membatalkan Puasa?
Mandi tidak membatalkan puasa, selama:
-
Tidak ada air masuk ke mulut atau hidung secara berlebihan
-
Tidak menelan air dengan sengaja
Saat mandi di siang hari:
-
Hindari berkumur terlalu dalam
-
Jangan menghirup air ke hidung secara berlebihan
Bahkan, mandi diperbolehkan untuk menghilangkan rasa panas atau gerah selama berpuasa.
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































