Mafia Kelas Kakap Masuk Perangkap FBI Setelah Rampok Rp 355 Miliar

2 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelarian Manpreet Kohli, CEO perusahaan kripto Saitama asal Inggris, tampaknya harus segera berakhir. Pria berusia 45 tahun itu dipastikan bakal segera diterbangkan ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani proses peradilan setelah kalah dalam pertempuran hukum melawan upaya ekstradisi pekan lalu.

Kohli, yang merupakan warga negara India, sebelumnya memimpin proyek token kripto di jaringan blockchain Ethereum bernama Saitama. Pada masa puncaknya, nilai pasar token ini sempat meroket hingga menembus angka US$7,5 miliar (sekitar Rp133 triliun).

Jebakan Token FBI dan Skandal "Pump and Dump"

Krisis hukum yang menjerat Kohli bermula pada 2024 ketika ia dicokok di London. Penangkapan ini merupakan buah dari investigasi kakap yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI), di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah, FBI secara sengaja menerbitkan token digital sendiri guna menjebak para pelaku kejahatan siber.

Jaksa penuntut AS mendakwa Kohli dan belasan kaki tangannya melakukan penipuan terstruktur. Modusnya, mereka menggembar-gemborkan kepemilikan dan pembelian token Saitama di depan publik, sementara di belakang layar mereka secara diam-diam menjual jutaan token tersebut demi meraup cuan jumbo. Dari aksi lancung ini, Kohli pribadi disinyalir sukses mengantongi keuntungan hingga US$20 juta (sekitar Rp355 miliar).

Upaya Hukum Mentok, Hakim Inggris Beri Lampu Hijau

Dalam sidang ekstradisi, kubu Kohli berupaya keras meloloskan diri dengan alasan bahwa sistem pemasyarakatan di AS tidak memiliki standar pengamanan kesehatan mental yang memadai, sehingga dikhawatirkan dapat memicu risiko bunuh diri bagi kliennya di dalam tahanan.

Kendati demikian, Hakim Samuel Goozee dengan tegas menolak argumen tersebut pada 19 Agustus lalu. Ia menilai sistem penjara AS sudah sangat siap menangani aspek psikologis tahanan. Kasus ini kini telah dilimpahkan ke meja menteri Inggris untuk pengesahan akhir ekstradisi, yang biasanya hanya tinggal formalitas.

"Saya mendapati bahwa sudah ada pengaturan yang sangat memadai... untuk menangani kondisi kesehatan mental Kohli dan menekan risiko bunuh diri ke tingkat yang dapat diterima," tegas Hakim Goozee dalam putusannya.

Saat ini, Kohli masih berstatus bebas bersyarat dengan jaminan sebesar £200,000 (sekitar USD 272.420) dan masih memegang hak untuk mengajukan banding lanjutan. Sebelumnya, upaya tim hukum Kohli di pengadilan federal Boston untuk menggugurkan dakwaan-dengan dalih token Saitama bukan instrumen sekuritas yang diatur hukum pasar modal AS, juga mental ditolak hakim.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |