Lebah "Mogok Kerja", Pertanian Dunia Bisa Berantakan

4 hours ago 3

Salma Laiqa,  CNBC Indonesia

04 September 2026 20:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya membuat pertanian lebih berkelanjutan tidak hanya dilakukan dengan mengurangi pupuk atau pestisida kimia. Sistem pertanian juga dapat memanfaatkan makhluk hidup dan proses alami untuk membantu produksi pangan.

Pendekatan agroekologi, misalnya, memanfaatkan jasa ekosistem seperti penyerbukan, pengendalian hama alami, hingga organisme tanah untuk menjaga produktivitas pertanian.

Pendekatan ini membantu produksi dengan memanfaatkan fungsi alami ekosistem, sehingga ketergantungan terhadap input eksternal dapat ditekan.

Praktik pertanian yang lebih berkelanjutan juga terus berkembang di berbagai negara.

Dalam laporan terbaru The World of Organic Agriculture 2026, FiBL & IFOAM - Organics International mencatat Indonesia masuk 10 besar negara dengan jumlah produsen organik terbanyak dunia. Angka yang digunakan dalam laporan tersebut merupakan data 2024.

Di dalam sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan tersebut, salah satu "pekerja alami" yang memiliki peran besar adalah lebah.

Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat sekitar 75% jenis tanaman pangan utama dunia bergantung, setidaknya sebagian, pada penyerbuk. Secara volume, sekitar 35% produksi tanaman pangan global dipengaruhi oleh penyerbuk, termasuk lebah, burung, kelelawar, dan serangga lainnya.

A bee collects nectar from a flower in a village of Ripanj near Belgrade, Serbia, April 9, 2019. Picture taken April 9, 2019. REUTERS/Marko DjuricaA bee collects nectar from a flower in a village of Ripanj near Belgrade, Serbia, April 9, 2019. Picture taken April 9, 2019. REUTERS/Marko Djurica Foto: Lebah (REUTERS/Marko Djurica)

Lebah menjadi salah satu penyerbuk paling penting. Saat mencari nektar dan serbuk sari, lebah memindahkan serbuk sari dari bagian jantan bunga ke bagian betina. Proses tersebut memungkinkan terjadinya pembuahan yang kemudian menghasilkan buah atau biji.

Artinya, keberadaan lebah tidak hanya penting bagi ekosistem. Produktivitas dan kualitas sebagian hasil pertanian juga bergantung pada aktivitas mereka. Studi dalam The Role of Bees in Green Agriculture menyebut penyerbukan lebah dapat meningkatkan pembentukan buah, ukuran buah, dan kualitas hasil panen.

Dari Telur Hingga Penyerbuk

Lebah memiliki empat tahap utama dalam siklus hidupnya. Berdasarkan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, siklus dimulai dari telur pada hari ke-0 hingga ke-3, kemudian larva pada hari ke-4 hingga ke-9, dan pupa hingga sekitar hari ke-21.

Setelah menjadi lebah dewasa, koloni terbagi menjadi tiga kasta. Ratu bertugas menghasilkan telur, lebah jantan membuahi ratu, sedangkan lebah pekerja mencari makanan, membangun sarang, dan merawat larva.

Lebah pekerja inilah yang banyak berinteraksi dengan tanaman saat mencari nektar dan serbuk sari.

Aktivitas mencari makan tersebut sekaligus menghasilkan jasa penyerbukan bagi tanaman. Sejumlah komoditas seperti buah-buahan, kopi, kakao, dan kacang-kacangan juga bergantung pada penyerbukan untuk menghasilkan buah dan biji.

Bukan Hanya Bikin Buah Lebih Banyak

Penyerbukan yang baik juga dapat meningkatkan ukuran, bentuk, dan kualitas buah.

FAO mencatat penyerbuk berkontribusi terhadap peningkatan hasil 87 dari 115 tanaman pangan utama dunia. Tanaman yang bergantung pada penyerbuk juga menjadi sumber berbagai vitamin dan mikronutrien penting bagi manusia.

Pada World Bee Day 2025, FAO juga mengingatkan bahwa tanpa penyerbuk, dunia berisiko kehilangan hingga 8% produksi tanaman global. Dampaknya dapat terasa pada ketersediaan berbagai komoditas pangan, terutama buah, sayuran, kacang-kacangan, dan tanaman lain yang bergantung pada penyerbukan.

Lebah juga menghasilkan sumber pendapatan lain bagi masyarakat pedesaan. Selain madu, koloni lebah menghasilkan lilin lebah, propolis, royal jelly, serta dapat menjadi bagian dari usaha jasa penyewaan sarang untuk penyerbukan tanaman.

Masalahnya, Lebah Juga Semakin Tertekan

Ketergantungan pertanian terhadap lebah menghadapi tantangan karena populasi penyerbuk juga berada di bawah tekanan.

Jurnal The Role of Bees in Green Agriculture mencatat penggunaan pestisida dan agrokimia dapat menurunkan kelimpahan, keanekaragaman, dan keberhasilan reproduksi lebah. Paparan pestisida juga dapat mengganggu kemampuan mencari makan, navigasi, dan sistem kekebalan tubuh.

A Palestinian woman beekeeper holds a piece of beeswax filled with honey in Khan Younis, in the southern Gaza Strip, July 7, 2026. REUTERS/Ramadan AbedA Palestinian woman beekeeper holds a piece of beeswax filled with honey in Khan Younis, in the southern Gaza Strip, July 7, 2026. REUTERS/Ramadan Abed Foto: REUTERS/RAMADAN ABED

Ancaman lain datang dari hilangnya habitat akibat intensifikasi pertanian, urbanisasi, dan perubahan penggunaan lahan. Perubahan iklim juga dapat mengubah pola berbunga tanaman, sehingga waktu kemunculan lebah tidak lagi sesuai dengan ketersediaan sumber makanannya.

Karena itu, menjaga lebah tidak cukup hanya dengan menambah koloni di lahan pertanian. Praktik pertanian juga perlu mengurangi risiko terhadap penyerbuk, antara lain melalui integrated pest management, pertanian organik, pengurangan ketergantungan pada bahan kimia, serta perlindungan habitat dan sumber pakan lebah.

Bukti di Indonesia

Manfaat lebah dalam pertanian juga terlihat di Indonesia. Penelitian yang diterbitkan pada 2024 menunjukkan penggunaan lebah tanpa sengat Tetragonula laeviceps pada tanaman tomat dapat meningkatkan keberhasilan penyerbukan dan hasil panen.

Dibandingkan tanaman tanpa meliponikultur, keberadaan T. laeviceps meningkatkan keberhasilan penyerbukan sebesar 30,91% dan hasil buah sebesar 68,68%.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pemanfaatan lebah tanpa sengat dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tomat.

Bees are seen on a frame of a beehive in Denee, Belgium, May 15, 2018. Picture taken May 15, 2018.REUTERS/Yves HermanBees are seen on a frame of a beehive in Denee, Belgium, May 15, 2018. Picture taken May 15, 2018.REUTERS/Yves Herman Foto: REUTERS/Yves Herman

Temuan tersebut menunjukkan bahwa menjaga penyerbuk bukan hanya soal konservasi. Lebah juga dapat menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Namun efektivitasnya bergantung pada kemampuan petani menjaga habitat lebah, mempertahankan sumber pakan, mengurangi paparan pestisida berbahaya, dan melindungi keseimbangan ekosistem di sekitar lahan pertanian.

Tanpa itu, manfaat penyerbukan yang diharapkan justru sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

(slm/slm)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |