Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton menegaskan negaranya tidak mengikuti langkah Amerika Serikat yang menerapkan pembatasan imigrasi secara lebih ketat terhadap sejumlah negara jelang Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Dutton saat sesi tanya jawab dengan media di Kediaman Duta Besar Kanada di Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai apakah Kanada menerapkan kebijakan imigrasi yang lebih ketat terhadap negara tertentu seperti yang dilakukan AS, Dutton menegaskan pendekatan Ottawa berbeda.
"Tidak. Kanada tidak menerapkan kebijakan yang lebih keras terhadap negara tertentu," kata Dutton.
Ia menekankan bahwa pemerintah Kanada tetap berkomitmen untuk membuka akses bagi warga negara lain yang ingin berkunjung, bekerja, maupun menjalin hubungan dengan Kanada.
"Kanada terbuka bagi dunia dan Indonesia merupakan mitra yang sangat penting bagi kami," ujarnya.
Menurut Dutton, pemerintah Kanada saat ini juga berupaya mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara, termasuk melalui kemudahan akses perjalanan bagi warga Indonesia.
"Kami ingin mempermudah masyarakat Indonesia untuk bepergian ke Kanada dan sangat senang dengan keputusan terbaru pemerintah kami terkait kemudahan perjalanan bagi warga Indonesia," tambahnya.
Adapun kebijakan imigrasi yang ketat dan dinilai keras oleh AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 menjadi sorotan dunia.
Fotografer tim Irak Talal Salah ditolak masuk ke AS setelah ditahan sekitar 13 jam di imigrasi meskipun sebelumnya telah mengantongi Visa. Begitu pula wasit yang seharusnya bertugas di asal Somalia Omar Artan ditolak masuk karena diduga memiliki kaitan dengan organisasi teroris.
(luc/luc)
Addsource on Google

4 hours ago
6

















































