Jujur Janggal! Trump Yakin Ekonomi AS Tembus 20%

1 hour ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ekonomi AS dapat tumbuh pada tingkat setinggi 20%. Karenanya, tegas Trump, pertumbuhan pesat tersebut harus membuat bank sentral (Federal Reserve/The Fed) menurunkan suku bunga.

"Kita bisa mencapai angka PDB 14, 15, 16, dan 20," ujar Trump dalam sebuah acara di Ruang Oval awal pekan ini, dikutip CNBC International, Rabu (2/9/2026).

"Keberhasilan dalam pertumbuhan tidak menyebabkan inflasi," tegasnya menyebut angka Produk Domestik Bruto (PDB) itu bukan tak mungkin.

Komentar Trump ini muncul di tengah upayanya yang terus-menerus untuk mendorong biaya pinjaman AS ke tingkat yang lebih rendah. Bahkan, ketika para pejabat The Fed menghadapi tingkat inflasi yang masih berada di atas target 2%.

Perlu diketahui, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75% pada bulan Juli. Banyak pengamat The Fed memperkirakan Federal Open Market Committee (FOMC) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan September.


Pernah Tumbuh 20%?

Sebenarnya, pertumbuhan yang mendekati tingkat yang dilontarkan Trump tersebut hampir belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ekonomi modern AS. PDB riil tercatat tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 20% atau lebih, hanya dalam satu kuartal saja sejak tahun 1974, berdasarkan data Bureau of Economic Analysis (BEA).

Di data BEA, Kuartal tersebut adalah kuartal ketiga (Q3) tahun 2020, saat ekonomi melonjak pada tingkat tahunan sebesar 34,9% seiring dibukanya kembali berbagai bisnis setelah penutupan akibat Covid-19 yang meluas. Pemulihan tersebut terjadi setelah kontraksi tahunan sebesar 28% pada kuartal sebelumnya.

Kuartal dengan tingkat pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah kuartal pertama (Q1) tahun 1950. Ketika itu, PDB riil tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 16,7% saat AS dan dunia bangkit dari Perang Dunia II dan generasi baby boomers mulai lahir.

Jadi, tidak ada kuartal lain dalam rangkaian data yang mencakup hampir delapan dekade tersebut yang mencapai angka 20%. Lalu bagaimana ekonomi saat ini?


Ekonomi Saat Ini?

Ekonomi saat ini tumbuh jauh di bawah tingkat tersebut. Dalam estimasi BEA, PDB riil meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,5% pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026, turun dari 2,1% pada kuartal pertama (Q1).

Pertumbuhan PDB kuartalan dilaporkan dalam tingkat tahunan, yang berarti angka 20% tidak mencerminkan pertumbuhan sebesar 20% dalam satu kuartal saja. Trump menjadikan potensi pertumbuhan yang lebih cepat sebagai alasan tambahan "mengapa The Fed seharusnya menurunkan dan bukan menaikkan suku bunga"

"Kita seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia," ujar Trump menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga.

"Dulu... jika kita mengumumkan angka-angka yang bagus, suku bunga justru turun. Sekarang, jika Anda mengumumkan angka-angka yang bagus, suku bunga malah naik karena mereka begitu khawatir akan inflasi," tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak serta-merta menyebabkan inflasi. Perekonomian dapat berkembang pesat tanpa tekanan harga yang signifikan jika produktivitas dan kapasitas produksi meningkat seiring dengan permintaan.

Namun, ketika permintaan tumbuh lebih cepat daripada kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa, hal itu dapat mendorong kenaikan harga.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |