Jualan HP Hancur-hancuran, Nasib Pedagang Memprihatinkan

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang HP ikut terdampak dengan kenaikan harga ponsel. Penyesuaian harga terjadi sejak akhir tahun lalu akibat kelangkaan chip akibat permintaan untuk AI yang melonjak.

Seorang pedagang HP di ITC Kuningan, Jakarta, mengaku penjualannya sangat menurun selama dua bulan terakhir. Bahkan merosot sampai 50% sejak awal tahun ini.

"Ngaruh banget, saya sudah dua bulan hancur-hancuran penjualannya," ucapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026).

Lebaran yang biasanya mengalami peningkatan juga tak jauh berbeda. Dia mengaku menjual tak sampai 30 unit tahun ini dibanding tahun lalu hingga 40 unit.

Penurunan penjualan memang terjadi hampir di banyak toko HP. Seorang penjual lainnya mengatakan telah memberitahu pembeli lebih dulu soal kenaikan harga yang terjadi di banyak tempat.

"Kita kasih knowledge saja, semua harga naik. Di mana-mana harga naik. Kalau nanti saja deh, bakal naik lagi karena beberapa toko sampai dua kali kenaikannya," jelas penjual itu.

Sementara seorang pegawai toko mengatakan banyak pembeli yang tetap membeli ponsel meskipun sudah mengetahui ada kenaikan perangkat.

Perangkat yang mengalami kenaikan kebanyakan pada ponsel entry level seperti Samsung A07 yang naik Rp 100 ribu-Rp 200 ribu.

Begitu juga beberapa HP middle-range juga naik, seperti Oppo A6 naik sekitar Rp 900 ribu.

Beberapa penjual toko juga mengungkapkan HP dengan memori 4/64 GB sudah dibanderol lebih dari Rp 2 juta. Padahal sebelumnya konfigurasi tersebut dijual berkisar Rp 1,4 juta.

Kenaikan harga ponsel, beserta laptop, terjadi karena kelangkaan chip sejak akhir tahun lalu. Ini dikarenakan permintaan chip di industri AI terus mengalami peningkatan.

IDC juga telah memprediksi kenaikan harga tersebut pada awal tahun ini. Indonesia disebut ikut merasakan krisis chip dunia.

Dampaknya terlihat pada smartphone harga murah. Selain itu juga pada segmen menengah dan atas, namun dengan sebagian biaya masih bisa diteruskan ke harga jual, pada akhirnya membuat harga lebih terkendali.

Krisis RAM Makin Parah, China Mulai Nyerah

Dampak krisis RAM ini membuat sejumlah pabrikan ponsel China menyusun ulang proyeksi pengapalan HP pada awal tahun ini. Xiaomi dan Oppo menurunkan jumlah produksi lebih dari 20%, sementara vivo hampir 15%.

Induk perusahaan Tecno, Infinix, dan Itel, Transsion memperkirakan penurunan pengiriman 70 juta unit.

Sama seperti produsen China, firma riset Counterpoint juga memangkas proyeksi pengapalan HP secara global menjadi minus 2,1% sepanjang tahun ini. Revisi paling besar dilakukan untuk pabrikan HP China, dengan Honor, Oppo dan vivo tercatat minus 1% hingga kurang dari 4%.

Sementara itu, laporan Techwire Asia juga menyebutkan dampak kelangkaan chip pada perangkat low-end. Para produsen tak bisa mendapatkan DRAM dan NAND yang cukup untuk produk di segmen tersebut dan memiliki opsi seperti menaikkan harga atau memangkas fitur standar dalam ponsel.

Pasar Asia-Pasifik menjadi yang paling terdampak dalam kelangkaan chip memori global. Karena HP murah-lah yang mendominasi wilayah ini.

Sebagai informasi, ponsel berharga murah biasanya mengambil margin tipis. Hal ini membuat ruang sangat kecil untuk dapat menghadapi harga chip yang mengalami kenaikan.

Counterpoint mencatat biaya komponen untuk ponsel low-end berkisar di bawah US$200 yang meningkat 25% sejak awal 25%. Sementara untuk kelas menengah dan atas menjadi 15% dan 10%.

Harga chip memori juga diprediksi masih naik pada Q2-2026 sebesar 40%. Hal ini akan menambah biaya produksi 8%-15%.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |