Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan peringatan keras menjelang pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Ia meminta rivalitas kedua klub tidak berujung pada kekerasan hingga menimbulkan korban.
Erick bahkan mengingatkan kembali Tragedi Kanjuruhan yang menjadi salah satu catatan kelam sepak bola Indonesia. Ia bilang, peristiwa tersebut tidak boleh dilupakan ketika menggelar pertandingan dengan tensi dan rivalitas tinggi.
"Ingat, kita pernah kena peristiwa yang menyebabkan muka kita tercoreng di dunia. Saya ingatkan peristiwa Kanjuruhan itu jangan pernah dilupakan," kata Erick di sela Indonesia Sports Summit 2026 di JICC, Jakarta, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Persija dijadwalkan menjamu Persib pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026) pukul 15.30 WIB.
Erick bilang, seluruh pihak telah berkomunikasi mengenai pertandingan tersebut. Persija, Persib, operator liga hingga PSSI sebelumnya juga telah menyampaikan sikap masing-masing menjelang laga.
Ia berharap Persija dapat menjalankan perannya sebagai tuan rumah dengan baik. Sementara Persib diminta menjaga situasi di wilayah Jawa Barat agar pertandingan tidak memicu persoalan di luar lapangan.
"Saya berharap Persija menjadi tuan rumah yang baik, Persib Bandung menjaga teritorinya di Jawa Barat," ujarnya.
Erick menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap individu yang melakukan kekerasan maupun provokasi hingga mengancam keselamatan suporter. Menurutnya, seluruh pihak telah bersepakat dengan kepolisian bahwa tindakan yang menyebabkan suporter tidak dapat pulang dengan selamat harus diproses secara hukum.
"Siapa pun individu yang membuat kekerasan ataupun provokasi yang menyebabkan ada suporter yang tidak pulang ke rumah dengan selamat, kita bersepakat bersama Polri memastikan akan ada proses hukum yang seberat-beratnya," tegas Erick.
Erick menekankan bahwa hilangnya nyawa dalam pertandingan sepak bola tidak bisa dianggap berbeda dengan tindak kekerasan dalam kasus kriminal lainnya.
"Karena yang namanya meninggal itu adalah nyawa manusia. Apa bedanya dengan kekerasan-kekerasan yang terjadi di proses-proses kriminal lain, apakah pembunuhan, perampokan yang ada pembunuhan, ini sama," katanya.
Ia pun meminta semua pihak memastikan tragedi yang pernah terjadi dalam sepak bola Indonesia tidak kembali memakan korban.
"Jangan biarkan anak-anak kita, keluarga kita, itu menjadi korban berikut-berikutnya," ujar Erick.
"Siapa pun oknum individu yang melakukan hal-hal yang menjurus atau menyebabkan terenggutnya nyawa suporter akan dihukum sekeras-kerasnya," lanjutnya.
Pertandingan Persija melawan Persib sendiri mendapat pengamanan ketat. Sebanyak 17.800 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan di SUGBK.
Suporter Persib atau Bobotoh juga dilarang hadir di SUGBK dalam laga tersebut. Persija sebelumnya meminta pendukung tim tamu tidak datang ke stadion dan mendukung tim dari tempat masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

8 hours ago
8
















































