Jaga APBN, Pemerintah Alihkan Rp 130,2 T Anggaran Perjadin-Rapat

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melakukan realokasi anggaran yang dianggap tidak prioritas untuk mendukung efisiensi fiskal di tengah gejolak ekonomi global akibat perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Efisiensi ini menjadi penting karena tekanan harga minyak mentah dunia telah melampaui asumsi makro dalam APBN 2026 yang senilai US$ 70 per barel. Per hari ini, harga minyak mentah dunia masih bertengger di atas US$ 100 per barel.

"Pemerintah juga melakukan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan negara melalui prioritasisasi dan refocusing belanja kementerian dan lembaga," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026).

Airlangga mengatakan, relokasi atau pengalihan anggaran belanja ini dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat belanja nonoperasional, dan kegiatan seremonial.

"Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra," paparnya.

Airlangga menegaskan, pemerintah juga terus mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga serta penajaman belanja melalui optimalisasi anggaran yang nilainya akan berada pada rentang Rp 121,2 triliun sampai dengan Rp 130,2 triliun.

"Potensi prioritasisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun," ungkap Airlangga.

(arj/wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |