Jakarta, CNBC Indonesia - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mengungkap perkembangan terbaru pemeriksaan atau general check up KRL iE305/CLI-225. Saat ini, satu trainset telah memasuki tahap akhir pengecekan dan ditargetkan rampung pada pekan ini.
Sementara itu, enam trainset lainnya masih menjalani proses overhaul di Depok dan Manggarai. Pemeriksaan terhadap rangkaian tersebut ditargetkan selesai secara bertahap.
Senior Manager Corporate Communications PT INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan keandalan sarana sebelum kembali digunakan dalam pelayanan penumpang.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat adanya general chek up yang dilakukan mengganggu mobilitas pengguna krl. Saat ini satu trainset sudah berada pada tahap akhir pengecekan, sementara enam trainset masih menjalani pemeriksaan dan selesai secara bertahap. Fokus kami adalah memastikan seluruh aspek yang berkaitan dengan keselamatan dan keandalan sarana berada dalam kondisi optimal," kata Nanang dalam keterangannya, dikutip Kamis (17/9/2026).
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dan aspek keselamatan serta keandalan sarana dipastikan optimal, INKA akan menyerahkan kembali rangkaian kepada KAI Commuter.
Adapun waktu dan pola pengoperasian rangkaian dalam pelayanan penumpang merupakan kewenangan KAI Commuter sebagai operator.
INKA memastikan proses general check up dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kesiapan sarana sebelum kembali digunakan dalam pelayanan.
Sebanyak tujuh rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) seri iE305 produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ditarik dari operasional, untuk menjalani perawatan intensif melalui proses General Check Up (GCU) di Dipo kereta Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Sebanyak tujuh rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) seri iE305 produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ditarik dari operasional, untuk menjalani perawatan intensif melalui proses General Check Up (GCU) di Dipo kereta Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Pengiriman Trainset 9
Di sisi lain, INKA juga melanjutkan pengiriman Trainset 9 (TS 9) dari Banyuwangi menuju Madiun. Pada Rabu (16/9/2026), empat kereta terakhir dari total 12 kereta diberangkatkan melalui Pelabuhan Bulusan, Banyuwangi.
Dengan pengiriman tersebut, seluruh 12 kereta TS 9 telah memasuki proses distribusi menuju Madiun. Setibanya di Madiun, TS 9 akan melanjutkan tahapan inspeksi dan pengujian sesuai proses yang ditetapkan.
"Empat kereta pertama menggunakan kombinasi jalur darat dan rel melalui Probolinggo, sementara delapan kereta berikutnya kami kirim melalui Pelabuhan Bulusan. Skema ini kami siapkan agar distribusi tetap berjalan efektif sekaligus mengikuti ketentuan pemerintah terkait ODOL," tutur dia.
Menurut Nanang, jalur laut digunakan sebagai salah satu alternatif karena produk yang dikirim memiliki dimensi dan kebutuhan penanganan khusus.
"Produk yang kami kirim memiliki dimensi dan kebutuhan penanganan khusus. Karena itu, pola distribusinya kami sesuaikan dengan kesiapan infrastruktur dan regulasi yang berlaku. Jalur laut menjadi salah satu alternatif yang terus kami optimalkan," jelasnya.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2















































