Ini Alasan Abu Vulkanik Krakatau Berbahaya, Muncul Deret Masalah Baru

11 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi berkembang menjadi persoalan jaringan apabila aktivitas vulkanik dan sebaran abu berlangsung lebih lama. Dampaknya tidak lagi terbatas pada satu rute, tetapi dapat merambat ke sejumlah bandara dan jalur penerbangan lain.

Bandara Soekarno-Hatta memiliki posisi penting dalam jaringan penerbangan nasional karena menjadi salah satu pusat konektivitas utama. Ketika penerbangan di hub utama terganggu, keterlambatan satu pesawat dapat ikut menggeser jadwal penerbangan berikutnya.

"Kalau arah anginnya berubah ke barat, dampaknya bisa melebar ke wilayah seperti Halim Perdanakusuma atau Bandung. Kalau bergerak ke selatan, rute menuju Bali dan Lombok juga harus diperhatikan. Jadi arah sebaran abu sangat menentukan seberapa luas dampaknya," kata Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto kepada CNBC Indonesia, Selasa (8/9/26).

Efek domino dapat terjadi karena satu pesawat biasanya melayani beberapa sektor penerbangan dalam sehari. Ketika pesawat terlambat pada penerbangan pertama, jadwal keberangkatan pada rute berikutnya ikut terdorong dan menciptakan penumpukan di bandara.

"Masalah di satu penerbangan bisa merembet ke tiga atau empat penerbangan berikutnya karena pesawat yang sama digunakan untuk beberapa sektor. Akibatnya, gangguan yang awalnya hanya terjadi pagi hari dapat terus terbawa sampai penerbangan sore dan malam," ujar Bayu.

Durasi gangguan juga menjadi faktor penting bagi industri. Jika aktivitas abu berlangsung lebih dari beberapa hari, dampaknya dapat bergeser dari persoalan operasional menjadi persoalan permintaan karena calon penumpang mulai mengubah rencana perjalanan.

"Kalau erupsi dan sebaran abu berlangsung lebih dari tiga hari, dampaknya bisa mulai terasa terhadap kepercayaan penumpang. Orang bisa menunda perjalanan ke Lampung, Banten, bahkan Jakarta karena melihat kondisi penerbangan yang belum stabil," kata Bayu.

Penerbangan internasional juga tidak sepenuhnya terlepas dari risiko tersebut. Maskapai asing maupun operator kargo dapat menyesuaikan jalur penerbangan ketika kondisi di wilayah udara tertentu dianggap berisiko, yang pada akhirnya dapat memengaruhi konektivitas dan biaya logistik.

"Untuk penerbangan internasional, maskapai asing juga bisa menghindari FIR Jakarta jika kondisi dianggap berisiko. Kalau ini berlangsung lama, dampaknya bisa masuk ke konektivitas internasional, cargo, pariwisata, sampai kegiatan bisnis di Jakarta dan daerah yang terdampak," tutur Bayu.

Penumpang yang terdampar melihat layar saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, 6 September 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)Penumpang yang terdampar melihat layar saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, 6 September 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana) Foto: Penumpang yang terdampar melihat layar saat Bandara Internasional Soekarno Hatta menutup operasinya akibat letusan gunung berapi Gunung Anak Krakatau, di Tangerang, dekat Jakarta, Indonesia, 6 September 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |