Jakarta, CNBC Indonesia - Peradangan ternyata bisa dihentikan dengan proses biologis dalam tubuh. Hal ini ditemukan oleh para peneliti di University College London untuk menghentikan peradangan.
Sebagai informasi, peradangan adalah mekanisme pertahanan untuk melindungi tubuh dari infeksi dan cedera. Namun saat peradangan ini tidak terkendali akan menyebabkan kondisi yang lebih serius, seperti radang sendi, penyakit jantung, hingga diabetes.
Penelitian ini berhasil menemukan molekul kecil berbasis lemak atau epoksi-oksilipin bertugas sebagai pengatur alami respons imun. Ini akan membantu mencegah sel imun spesifik menumpuk yang disebut monosit perantara, dan terkait dengan peradangan kronis yang berhubungan dengan kerusakan jaringan, penyakit, dan perkembangan penyakit.
"Temuan kami mengungkapkan jalur alami yang membatasi sel imun berbahaya meluas dan membantu meredakan peradangan lebih cepat," kata penulis utama, Olivia Bracken, dikutip dari Science Daily, Jumat (20/2/2026).
Tim peneliti melakukan eksperimen dengan sejumlah sukarelawan yang mendapatkan suntikan kecil di bawah lengan berisi bakteri E.coli yang dimatikan dengan sinar UV. Suntikan itu merespons peradangan sementara seperti nyeri, kemerahan, panas, hingga bengkak.
Kemudian sukarelawan dibagi menjadi dua kelompok, yakni profilaksis dan terapi. Dalam berbagai tahapan, peserta akan diberikan obat GDK2256294, yang dapat memblokir enim soluble epoxide hydrolase (sEH) dan dapat memecah epoxy-oxylipins.
Kelompok profilaksis yang menerima obat sebanyak 12 orang dan 12 orang lainnya tidak diobati atau plasebo. Sementara kelompok terapi, 12 orang diobati dan 12 orang plasebo.
Hasilnya, penghambatan sEH meningkatkan kadar epoksi-oksipilin. Mereka yang mendapatkan obat mengalami penyembuhan lebih cepat dan kadar monosit intermediet yang lebih rendah dalam darah atau jaringan, ini adalah sel imun terkait peradangan kronis dan penyakit.
Bracken menjelaskan temuannya bisa jadi menciptakan terapi baru bagi peradangan kronis. Target mekanisme yang dilakukan penelitiannya juga disebut bisa menghasilkan perawatan yang lebih aman.
"Menargetkan mekanisme ini menghasilkan perawatan yang lebih aman untuk mengembalikan keseimbangan imun, tanpa menekan imunitas secara keseluruhan," jelasnya.
"Dengan peradangan kronis yang masuk dalam kategori ancaman kesehatan global utama, temuan ini membuka jalan yang menjanjikan untuk terapi baru," dia menambahkan.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
2
















































