IHSG Naik Turun Tajam, Sektor Energi dan Reli ATH Jadi Alasan

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatil dua hari ke belakang. Setelah sempat tiba-tiba jauh 2% kemarin, IHSG kembali rebound hari ini.

Diketahui IHSG dibuka naik 59,74 poin atau 0,67% ke level 8.944,46 pagi tadi. Namun, pada akhir sesi pertama berakhir stagnan di dekat level penutupan perdagangan kemarin di level 8.884,62 sebelum akhirnya lompat kembali pada akhir perdagangan sesi kedua.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melesat 0,72% atau lompat 63,58 poin ke level 8.948,30 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (13/1/2025). IHSG berhasil menguat meski pasar saham domestik masih dalam fase volatilitas yang tinggi.

Tercatat hari ini, dari titik tertinggi ke terendah perdagangan hari ini, IHSG bergerak volatil dan tiba-tiba kehilangan 115 poin atau terpangkas 1,28%, sebelum nyaris memulihkan seluruh poin yang hilang pada akhir perdagangan.

Sebanyak 348 saham naik, 327 turun, dan 131 tidak bergerak. Total nilai transaksi hari ini tergolong sangat ramai atau mencapai Rp 33,43 triliun yang melibatkan 62,87 miliar saham dalam 3,80 juta kali transaksi.

Melihat hal ini, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG kali ini dibebani oleh tiga sektor utama.

"Pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi terlebih dahulu dan pergerakan IHSG dibebani oleh sektor energi, infrastruktur dan consumer cyclical," ungkap herditya kepada CNBC Indonesia, Selasa, (13/1/2026).

Ia pun memperkirakan adanya aksi ambil untung atau profit taking dari para investor apabila mencermati pergerakan sektor energi yg menguat signifikan.

"Di sisi lain, secara makro nilai tukar Rupiah cenderung melemah terhadap USD dan juga terdapat penguatan harga emas dunia," lanjutnya.

Asal tahu saja, selama perdagangan intraday hari ini, asing tercatat membukukan pembelian Rp 5,7 triliun dan melakukan aksi jual senilai Rp 4,4 triliun, sehingga net foreign buy sesi 1 hari ini mencapai Rp 1,3 triliun.

Saham bank dan komoditas mendominasi dalam daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar. Namun posisi teratas dihuni oleh Astra (ASII) yang mencatat net foreign buy Rp 149,3 miliar.

Kemudian diikuti oleh Alamtri Resources (ADRO) Rp 146,8 miliar, Merdeka Battery Materials (MBMA) Rp 135,4 miliar, dan Vale Indonesia (INCO) Rp 130,3 miliar.

Di sisi lain, Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama Kiswoyo Adi Joe melihat pergerakan IHSG ini merupakan hal wajar di tengah pergolakan pasar.

"IHSG kan buat new high. Setiap kali buat new high baru IHSG pasti akan ada koreksinya," pungkas Kiswoyo.

Diketahui, IHSG telah mencapai All Time High (ATH) sebanyak 24 kali di tahun 2025. Terakhir, IHSG kembali mencapai rekor pada perdagangan Selasa (6/1/2026), naik 74,42 poin atau lompat 0,84% ke level8.933,61 pada akhir perdagangan sesi kedua.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |