- Pasar Keuangan Indonesia ditutup beragam, IHSG dan Rupiah melemah sementara SBN statis
- Wall Street kembali terkoreksi akibat tensi geopolitik terkini
- Perang Iran dan Inflasi China akan menjadi penggerak pasar pada hari ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Jumat (6/3/2026). Bursa saham turun, Rupiah mengalami lonjakan, sementara SBN ditutup pada level yang sama seperti perdagangan hari sebelumnya
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan yang cukup berat pada Jumat kemarin. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat lalu. Kendati demikian, IHSG berhasil memangkas koreksi pada akhir sesi 2.
IHSG tercatat turun 124,85 poin atau -1,62% ke level 7.585,69. Sebanyak 581 saham turun, 181 naik, dan 196.
Nilai transaksi mencapai Rp 17,65 triliun, melibatkan 31,17 miliar saham dalam 1,89 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar parkir di level Rp 13.627 triliun.
Sepanjang Jumat kemarin, IHSG bergerak pada rentang 7.500,09-7.700,32. IHSG sempat beberapa kali turun hingga 2% pada perdagangan Jumat kemarin.
Mulanya IHSG anjlok seiring dengan saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu. Menjelang akhir perdagangan dua emiten Prajogo, Chandra Asri Pacific (TPIA) dan Barito Renewables Energy (BREN) berbalik arah dan masing-masing naik 17,67% dan 5,82%.
TPIA pun menjadi penopang utama IHSG dengan bobot 19,71 indeks poin. Begitu pula dengan BREN yang berkontribusi 15,73 indeks poin.
Sementara itu, saham perbankan dan tambang menjadi pemberat utama IHSG. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Central Asia (BBCA) secara total menyeret IHSG sebesar -33,32 indeks poin.
Kemudian saham tambang seperti Bayan Resources (BYAN), Bumi Resources Minerals (BRMS), Energi Mega Persada (ENRG), dan Amman Mineral (AMMN) masuk dalam daftar Top 10 Laggards perdagangan Jumat kemarin.
Dalam perkembangan terpisah, bursa Asia menghijau setelah dibuka koreksi pagi tadi. Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,02% dan Nikkei di Jepang naik 0,62%. Kemudian HSI di Hong Kong naik 1,72%.
Lanjut ke nilai tukar Rupiah, Rupiah ditutup tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan terakhir pekan lalu pada hari Jumat.
Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di zona merah dengan pelemahan 0,15% ke level Rp16.900/US$.
Sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah memang sudah dibuka melemah di level yang sama dengan posisi penutupan. Meski demikian, sepanjang perdagangan rupiah sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh Rp16.930/US$ sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahannya.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia per pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,31% ke level 99,017. Meski begitu, pada perdagangan sebelumnya DXY sempat menguat tajam 0,55%.
Pelemahan rupiah pada perdagangan Jumat kemarin dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama dari dinamika dolar AS di pasar global.
Dolar AS memang cenderung bergerak melemah pada perdagangan Jumat pagi, tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari setahun. Kondisi ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Harapan akan meredanya konflik sebelumnya sempat muncul, namun kembali memudar setelah ketegangan meningkat lagi. Situasi tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dan cenderung memburu aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
Sementara dari sisi obligasi, imbal hasil SBN 10 tahun pada perdagangan Jumat kemarin tidak mengalami pergerakan sama sekali selama masa perdagangan. Dibuka pada level 6,588% dan juga ditutup pada level 6.588 tanpa ada range perubahan harga selama jam perdagangan tersebut berakhir.
Ketidakpastian tensi geopolitik serta bayang-bayang terkait penurunan outlook dari Fitch Ratings masih menjadi sentimen buruk bagi investor untuk kembali membeli obligasi tenor 10 tahun tersebut.
Addsource on Google

7 hours ago
1
















































