HPN 2026: Pemerintah Janji Jamin Keberlanjutan Ekonomi Perusahaan Media

3 hours ago 3
Headlines

9 Februari 20269 Februari 2026

 Pemerintah Janji Jamin Keberlanjutan Ekonomi Perusahaan Media Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mewakili Presiden RI Prabowo Subianto pada acara yang berlangsung di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).Waspada.id/Rinaldi

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

SERANG (Waspada.id): Pemerintah pusat berjanji memastikan perusahaan media masuk ke dalam rantai ekonomi agar dapat bertahan di tengah disrupsi media dan kebisingan informasi.

Janji ini disampaikan sebagai bagian dari pesan khusus bagi seluruh insan pers Indonesia pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/2).

“Bangsa ini membutuhkan pers yang sehat dan bermartabat, bukan hanya kebebasan dan profesionalisme, tetapi juga tentang keberlanjutan ekosistemnya. Mendapat keadilan ekonomi, bisa mempertahankan konsistensi etika dan terus menjaga kepercayaan publik,” ujar Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mewakili Presiden RI Prabowo Subianto pada acara yang berlangsung di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Cak Imin juga menyampaikan tiga poin penting bagi pers Indonesia. Pertama, pers harus menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat yang kritis dan produktif. Kedua, menjunjung tinggi norma dan etika di ruang digital dengan pemberitaan yang konsisten, bertanggung jawab, dan berintegritas. Ketiga, pers yang melindungi bukan melukai dengan menjaga kerahasiaan data pribadi.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengungkapkan bahwa Indonesia telah menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Sekitar 80 persen masyarakat saat ini terhubung ke internet dan berselancar di dunia maya, dengan rata-rata menggunakan media sosial sebanyak 3 jam setiap harinya.

“Atas dasar itu, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, namun juga akurat, berdasarkan verifikasi yang objektif dari institusi pers,” ujarnya.

Menurut Cak Imin yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), banjir informasi terutama konten tidak berkualitas dapat menurunkan daya nalar masyarakat. “Dengan istilah Jawa Timur, ‘otak bosok’. Dalam situasi inilah pers yang bijak jadi solusi, pers hadir sebagai penjernih informasi, bukan penambah kebisingan informasi,” katanya.

Dia mengakui bahwa Indonesia membutuhkan pers dan pemberitaan yang bermartabat, objektif, dan beretika agar terus dipercaya publik.(id03)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |