Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil penelitian tentang paparan mikroplastik dipertanyakan. Pasalnya, sarung tangan lab yang digunakan oleh ilmuwan dalam penelitian membuat kandungan mikroplastik teruji lebih tinggi dari kondisi sebetulnya.
Sebuah studi oleh tim dari University of Michigan menunjukkan bahwa sarung tangan laboratorium yang terbuat dari nitrile dan latex berdampak terhadap hasil pengukuran terhadap mikroplastik.
Sarung tangan tersebut ditemukan "membawa" partikel ke perangkat lab yang digunakan untuk analisis udara, air, dan sampel. Kontaminasi berasal dari asam stearat, partikel yang menyerupai plastik dalam hasil uji lab.
Partikel tersebut membuat ilmuwan mendeteksi mikroplastik di dalam sampel meskipun sebetulnya tak ada.
Peneliti University of Michigan, Madeline Clough dan Anne McNeil menyarankan agar ilmuwan menggunakan sarung tangan clean room, yang lebih sedikit "melepas" partikel.
Asam stearat adalah bahan yang terbuat dari garam dan menyerupai sabun. Bahan tersebut ditambahkan ke sarung tangan sekali pakai agar mudah dipisahkan dari "cetakan" saat proses produksi. Namun, susunan kimia stearat yang serupa dengan plastik menyulitkan analisis di lab.
Tim peneliti menekankan temuan ini bukan berarti mikroplastik bukan permasalahan lingkungan yan gbesar.
"Kita mungkin memperkirakan mikroplastik lebih banyak dari sebetulnya, tetapi seharusnya tidak ada [mikroplastik di lingkungan]," kata McNeil.
Clough menambahkan bahwa penelitian untuk mencari mikroplastik di lingkungan ibarat mencari jarum di dalam jerami.
"Namun seharusnya tidak ada jarum sama sekali di luar sana,"
Tim peneliti juga mencari cara untuk membedakan mikroplastik dengan partikel stearat. Mereka menemukan bahwa stearat terlihat nyaris identik dengan polietilena.
Clough dan McNeil kini bekerja sama dengan Eduardo Ochoa Rivera dan Ambuj Tewari untuk mengembangkan metode dalam membedakan mikroplastik dengan kontaminasi terkait sarung tangan.
(dem/dem)
Addsource on Google

4 hours ago
1
















































