Harga Perak Lebih Berkilau dari Emas, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

1 hour ago 3

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

13 May 2026 16:15

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga perak melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir pada perdagangan hari ini Rabu (13/5/2026). 

Harga perak menguat 0,53% ke US$ 86,54 per troy ons pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Harga penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 10 Maret 2026 atau dua bulan lebih.

Harga perak sudah menguat enam hari beruntun dengan melesat 19%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan emas yang ambruk 0,43%.

Sepanjang bulan ini, harga emas naik 2% sementara perak terbang 17%.

Kenaikan harga perak ini cukup menarik karena terjadi setelah data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS).

Inflasi Amerika Serikat naik lebih tinggi dari perkiraan pada April 2026, dipicu terutama oleh lonjakan harga energi. Indeks Harga Konsumen (CPI) meningkat 0,6% secara bulanan dan 3,8% secara tahunan, sedikit di atas ekspektasi pasar. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan makanan dan energi naik 0,4% bulanan dan 2,8% tahunan, masih jauh di atas target 2% Federal Reserve.

Inflasi tahunan yang menembus 3,8% adalah yang tertinggi sejak Mei 2023.

Setelah laporan dirilis, pasar meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve menjadi sekitar 30% hingga akhir tahun. Meski demikian, ekonomi AS masih dinilai cukup tangguh, didukung belanja konsumen yang tetap kuat, laba perusahaan yang solid, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 3,7%.

Dalam kondisi normal, situasi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak.

Namun, logam ini tetap bertahan kuat berkat permintaan dari sektor manufaktur yang menggunakan perak dalam panel surya, perangkat elektronik, dan komponen otomotif.

Permintaan Industri Menjadi Penopang Utama

Kekuatan harga perak mencerminkan peran gandanya sebagai logam mulia sekaligus bahan baku industri.

Berbeda dengan emas, yang lebih sensitif terhadap suku bunga, nilai tukar mata uang, dan aliran dana safe haven, perak juga memperoleh dukungan ketika prospek permintaan dari sektor manufaktur tetap kuat.

Faktor industri kini menjadi semakin penting.

Permintaan dari instalasi tenaga surya, sistem kelistrikan, komponen elektronik, dan industri kendaraan membantu menciptakan "lantai harga" bagi perak, bahkan ketika kondisi makroekonomi kurang mendukung.

Selama sektor-sektor tersebut terus berkembang, harga perak berpotensi tetap tangguh meskipun suku bunga global masih tinggi.

Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa pelaku pasar masih fokus pada prospek permintaan struktural jangka panjang.

Artinya, pasar tidak lagi memandang perak semata sebagai aset yang sensitif terhadap suku bunga, tetapi juga sebagai komoditas industri dengan kebutuhan yang terus meningkat.

Inflasi dan Suku Bunga Masih Menjadi Tantangan

Meski demikian, hambatan terhadap kenaikan harga tetap nyata.

Data Indeks Harga Konsumen (CPI) masih menjadi ancaman. Kondisi ini memperkuat kemungkinan bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan "higher for longer", yakni suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Bagi perak, kondisi ini biasanya menciptakan tekanan karena suku bunga tinggi cenderung menguatkan dolar AS dan meningkatkan imbal hasil obligasi.

Kedua faktor tersebut mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan pendapatan rutin.

Karena itu, reli harga perak saat ini terlihat cukup tidak biasa.

Fakta bahwa harga tetap naik meski inflasi memanas menunjukkan bahwa pasar memberi bobot besar pada permintaan fisik dan ketatnya keseimbangan pasokan-permintaan, bukan semata-mata pada kebijakan moneter.

Pasar kini menunggu data ekonomi AS berikutnya, terutama inflasi lanjutan dan tenaga kerja. Jika inflasi tetap tinggi dan pasar kerja masih kuat, peluang pemangkasan bunga The Fed semakin kecil.

Dalam situasi tersebut, emas masih berpotensi bergerak terbatas. Perak justru memiliki ruang yang lebih kuat selama permintaan industri global tetap terjaga.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |