Harga Batu Bara Masih Labil, Bentar Turun Terus Naik dengan Cepat

17 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih bergerak labil dengan menguat dan menurun dengan cepat.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Kamis (8/1/2026) ditutup di posisi US$ 107,55 atau melesat 0,94%. Penguatan ini memperpanjang tren volatile harga yang terus berlanjut.

Dalam tujuh hari terakhir, harga batu bara melemah empat kali dan menguat tiga kali.

Dari pasar China, sentiment positif di pasar batu bara kokas mulai menguat karena kenaikan di bursa berjangka, meski aktivitas perdagangan dan harga sempat lesu dalam beberapa pekan sebelumnya.
Kenaikan di pasar berjangka ini mendorong beberapa pembeli, terutama pembuat kokas, untuk menambah pembelian batu bara kokas di pasar fisik.

Sxcoal juga melaporkan harga batu bara termal di beberapa pusat utama produksi di China mengalami kenaikan. Penguatan ini didorong oleh peningkatan harga yang dipimpin oleh penambang besar serta perbaikan penimbunan musiman (seasonal restocking) oleh pembeli.

Dari Eropa, impor batu bara termal Eropa naik hampir 6% pada tahun lalu, seiring lemahnya pembangkitan energi terbarukan yang mendorong peningkatan permintaan pada musim semi. Namun, pengiriman diperkirakan akan menurun tahun ini.

China juga melaporkan Provinsi Shanxi, salah satu daerah penghasil batu bara utama, mempercepat pembangunan tambang batu bara cerdas (intelligent coal mines). Ini untuk memastikan pasokan batu bara yang aman dan stabil sekaligus berkontribusi pada pencapaian target dual-carbon China.

Data menunjukkan bahwa selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), produksi batu bara Shanxi mencapai sekitar 6,5 miliar ton metrik, setara hampir 30% dari total produksi nasional. Produksi ini memasok batu bara termal berharga terjangkau ke 24 wilayah setingkat provinsi di seluruh negeri.

"Dalam lima tahun terakhir, Shanxi memanfaatkan sumber daya batu bara dan keunggulan industrinya untuk meningkatkan kualitas sistem pasokan batu bara secara menyeluruh, serta mempercepat pengembangan industri batu bara menuju jalur bernilai tinggi, cerdas, dan hijau," kata Zhang Xiang, Direktur Shanxi Provincial Energy Administration, dikutip dari Chinadaily.

Hingga November 2025, Shanxi telah membangun 369 tambang batu bara cerdas, atau lebih dari sepertiga dari total nasional. Provinsi ini menargetkan pemasangan sistem kecerdasan di seluruh tambang batu bara yang beroperasi normal pada 2027.

Dari Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa produksi batu bara pada 2025 tercatat mencapai 790 juta ton.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, dari total produksi batu bara di 2025 sebesar 790 juta ton, ekspor batu bara mencapai 65,1% dan domestik 32%.

Dengan besarnya ekspor batu bara dari Indonesia, dia menyebut Indonesia akan melakukan menyesuaikan angka produksi 2026. Tujuannya, tak lain untuk mendongkrak harga batu bara dan menjaga cadangan untuk masa depan.

"Batu bara yang diperdagangkan di global 1,3 miliar ton. Dari jumlah itu, Indonesia menyuplai 514 juta ton atau 43%, akibatnya apa supply and demand tidak terjaga, artinya harga batu bara turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan tambang kita untuk cucu kita," jęłas Bahlil dalam konferensi pers terkait Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (08/01/2026).


Berdasarkan data Kementerian ESDM, dari produksi batu bara pada 2025 tersebut, sebesar 514 juta ton atau 65,1% dijual ke luar negeri alias diekspor, dan 254 juta ton atau 32% dijual untuk pasar dalam negeri (domestik).

Penjualan batu bara untuk pasar domestik ini termasuk untuk sumber bahan bakar pembangkit listrik dan juga untuk pasar non kelistrikan, seperti untuk pabrik semen maupun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) mineral.

Adapun stok tercatat sebesar 22 juta ton atau 2,8% dari total produksi.

Realisasi produksi batu bara pada 2025 ini lebih rendah 5,5% dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2024 yang tercatat mencapai 836 juta ton. Ini artinya, produksi batu bara pada 2025 mematahkan rekor produksi tertinggi sepanjang masa yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya.

Indonesia adalah eksportir terbesar batu bara di dunia untuk thermal.

Ke depan, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan memangkas produksi batu bara pada 2026 menjadi sekitar 600 juta ton.
Ini berarti, target produksi batu bara pada 2026 ini turun 24% bila dibandingkan realisasi produksi batu bara pada 2025 yang tercatat mencapai 790 juta ton.

CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]

(mae/mae)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |