Grab Ajak Pedagang Pasar Jualan Online, Genjot Pendapatan Daerah

1 hour ago 2

Banjarmasin, CNBC Indonesia - Grab Indonesia kembali melanjutkan program Kota Masa Depan, di kota Banjarmasin. Pedagang UMKM dibekali pendampingan dan cara berjualan secara digital.

Kota Masa Depan merupakan program untuk percepatan digitalisasi UMKM yang bisa berkontribusi kepada pendapatan daerah. Program telah dimulai sejak 2021 dan menggaet lebih dari 200 ribu pelaku UMKM di 17 kota Indonesia.

Pelatihan di Banjarmasin sendiri sudah dilakukan selama 4 bulan. Para peserta dilatih dan didampingi untuk cara mengembangkan bisnisnya.

Salah satunya didampingi saat akan masuk ke digital, serta cara marketing usaha hingga keuangan.

"Yang kita lakukan adalah pendampingan intensif selama 4 bulan. Jadi mulai dari pendampingan dari bagaimana untuk masuk ke digitalisasi, kemudian melakukan pelatihan pemasaran, literasi mengenai keuangan, serta akses permodalan. Dan kita juga memberikan tips dan trik praktik bagaimana melakukan bisnis yang baik saat masuk ke era digitalisasi," kata Yose Tireza Arizal, Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia dalam acara Kota Masa Depan, di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/6/2026).

Grab juga memastikan komitmen untuk mendukung para penjual pasar, mulai dari pedagang, penjual ikan, kebutuhan rumah tangga agar bisa masuk ke digital. Yose mengharapkan dukungan itu bisa membuat ekosistem pendapatan para pengusaha lebih inklusif lagi.

"Grab juga berkomitmen mendukung UMKM pasar, bukan hanya GrabFood gitu ya, tapi juga UMKM pasar. Jadi kalau misalnya teman-teman punya usaha di pasar, mulai dari pedagang sayur, jual ikan, kebutuhan rumah tangga, bisa juga masuk ke digitalisasi Grab. Jadi kami mendukung semuanya, bukan hanya GrabFood merchant," jelasnya.

"Nah, kami berharap Kota Banjarmasin ini juga membuka peluang penghasilan yang lebih inklusif. Dari ibu rumah tangga, dari wanita-wanita yang ingin bekerja dalam hal penjualan produk digitalisasi, mitra pengemudi, itu sangat berperan penting dalam menghubungkan UMKM dengan pasar, dengan market," dia menambahkan.

Yose mengatakan program ini akan terus berlanjut ke kota-kota selanjutnya. Namun dia tak menyebutkan kota mana lagi yang akan disambangi berikutnya.

"Selama ini kita sudah 200 ribu UMKM yang kita gaet gitu ya. Kalau misalnya jumlah kotanya akan bertambah, kita pasti akan melihat jumlah partisipan juga pasti akan menambah gitu. Tapi harapan kita bisa lebih banyak lagi yang kita gaet," ujarnya.

Athya Nasya Ulya dari Hai Hai Ricebowl, salah satu UMKM yang ikut dalam program, menyebutkan pelatihan itu sangat berguna. Karena para pengusaha diajarkan berbagai hal dalam program tersebut.

"Jualannya pun enggak asal jualan gitu. Kita diajarkan bagaimana kita beriklan di platform digital, terus juga bagaimana kita menentukan harga. Semua tuh diajarin di sini. Jadi kita nggak sembarang gitu. Maksudnya jualan-jualan sekarang nggak bisa sembarangan," jelas Athya.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |