Achmad Aris, CNBC Indonesia
09 January 2026 07:40
Key Takeaway
- Produk-produk reksa dana saham mendominasi daftar reksa dana pencetak return 3 digit sepanjang 2025
- Ada 2 produk reksa dana campuran yang mencatatkan return 3 digit
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 18 produk reksa dana membukukan imbal hasil alias return investasi hingga triple digit sepanjang 2025. Performa ini melampaui kinerja yang ditorehkan oleh indeks acuannya.
Performa 18 produk reksa dana ini jauh melampaui kinerja dari indeks acuan yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Infovesta Balanced Fund Index. Sepanjang 2025, IHSG hanya mencatatkan return 22,13% sedangkan Infovesta Balanced Fund Index hanya mampu mencatatkan imbal hasil 14,92%.
Mengutip data Infovesta Utama, Jumat (9/1/2026), dari 18 produk reksa dana tersebut, 16 di antaranya merupakan produk reksa dana saham, sedangkan dua sisanya adalah reksa dana campuran.
Di line up reksa dana saham, return tertinggi dicatatkan oleh reksa dana saham besutan Demina Mitra Maxima Ekuitas PT Danapathi Asset Management sebesar 232,13%. Disusul oleh reksa dana Victoria Prime Equity Fund besutan PT Victoria Manajemen Investasi dengan return sebesar 209,53%. Berikutnya ada reksa dana Anargya Superfund Equity Growth besutan dari PT Anargya Aset Manajemen dengan return 186,45%.
Diposisi keempat dan kelima ada reksa dana Foster Equity Fund dan Pacific Equity Growth Fund III dengan return masing-masing sebesar 170,57% dan 166,02%.
Produk dari PT Pacific Capital Investment tercatat mendominasi daftar, dengan Pacific Equity Growth Fund III mencatatkan return 166,02%, diikuti Pacific Equity Growth Fund V dengan return sebesar 154,34% dan Pacific Equity Growth Fund VI dengan return 123,25%. Dominasi ini menunjukkan kekuatan strategi investasi berkelanjutan pada lini produk equity fund yang dikelola perusahaan tersebut.
Dari kategori reksa dana saham berbasis syariah, Pacific Saham Syariah II mencatatkan return 142,34%, sementara return Pacific Saham Syariah III berada di level 113,40%, dan return Pacific Saham Syariah sebesar 111,40%. Capaian ini menegaskan bahwa instrumen syariah tetap kompetitif dan mampu memberikan imbal hasil menarik bagi investor dengan preferensi prinsip syariah.
Sementara itu, Gemilang Dana Saham Indonesia membukukan return 155,93%, dan return Capital Equity Fund berada di angka 129,51%. Adapun Pacific Equity Progresif Fund III dan Pacific Equity Progresif Fund masing-masing mencatatkan return sebesar 125,70% dan 111,09%, menutup jajaran reksa dana dengan imbal hasil 3 digit.
Secara keseluruhan, data ini mencerminkan peluang yang masih terbuka di pasar saham, sekaligus menunjukkan pentingnya pemilihan produk dan manajer investasi yang tepat untuk mengoptimalkan imbal hasil jangka menengah hingga panjang.
Di pihak lain, return terbesar 3 digit dari kelompok reksa dana campuran ditorehkan oleh Capital Optimal Balanced dan Pacific Balance Fund III. Capital Optimal Balanced yang merupakan reksa dana besutan dari PT Capital Asset Management itu mampu mencetak return mencapai 105,23%.
Adapun Pacific Balance Fund III yang merupakan produk racikan dari PT Pacific Capital Investment mencatatkan imbal hasil sebesar 104,63%.
Pendapatan Tetap
Berbeda dengan kinerja reksa dana saham dan campuran, performa return reksa dana pendapatan tetap cenderung stabil dengan return terbesar hanya di level 13,26%. Tingkat imbal hasil ini tercatat outperformance dari kinerja 3 indeks acuannya yaitu Infovesta 10 Fixed Income Fund Index, Infovesta Corporate Bond Index, dan Infovesta Government Bond Index yang masing-masing hanya 7,17%, 4,11%, dan 7,97%.
Produk Insight Simas Asna Pendapatan Tetap Syariah I Asna mencatatkan kinerja tertinggi di kategori ini dengan return 13,26%. Capaian tersebut menempatkan produk berbasis sukuk ini sebagai reksa dana pendapatan tetap syariah dengan performa paling menonjol dalam kelompok reksa dana pendapatan tetap.
Di posisi berikutnya, Sucorinvest Bond Fund membukukan return 12,99%, menunjukkan konsistensi strategi pengelolaan obligasi pemerintah dan korporasi. Sementara itu, Bahana Sukuk Syariah Kelas G mencatatkan kinerja return 12,81%, menegaskan daya saing instrumen syariah di tengah tren penurunan suku bunga.
Adapun BRI Brawijaya Abadi Pendapatan Tetap mencatatkan imbal hasil 12,51%, diikuti Trimegah Obligasi Nusantara dengan kinerja 12,15. Kedua produk tersebut menunjukkan stabilitas imbal hasil yang menarik bagi investor dengan profil risiko moderat.
Pasar Uang
Sementara itu, pada kategori reksa dana pasar uang, kinerja juga tetap terjaga positif seiring dengan tingginya kebutuhan likuiditas dan strategi penempatan dana jangka pendek yang konservatif. Instrumen ini masih menjadi pilihan utama investor yang mengutamakan keamanan dana dan fleksibilitas penarikan.
BNI-AM Likuid Prioritas IV mencatatkan kinerja imbal hasil tertinggi di kelompok pasar uang dengan return 10,04%. Capaian tersebut menunjukkan optimalisasi pengelolaan instrumen pasar uang dan obligasi jangka pendek di tengah kondisi suku bunga yang relatif stabil.
Di posisi selanjutnya, PNM Dana Maxima membukukan imbal hasil 6,47%, disusul Juara Money Market Fund sebesar 6,18%. Sementara itu, Insight Retail Cash Fund (I-Retail Cash) mencatatkan imbal hasil 6,17%, mencerminkan stabilitas imbal hasil yang konsisten bagi investor ritel.
Adapun produk berbasis syariah, Ashmore Dana Pasar Uang Syariah, mencatatkan kinerja return 6,12%, menegaskan bahwa reksa dana pasar uang syariah tetap mampu bersaing dan memberikan alternatif investasi likuid sesuai prinsip syariah.
(ach/ach)

17 hours ago
4
















































