Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menyiapkan regulasi turunan terkait rencana impor minyak mentah dari Rusia. Regulasi tersebut diperlukan untuk mengatur mekanisme pelaksanaan impor, termasuk skema pembayaran melalui Badan Layanan Umum (BLU).
Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan mengatakan saat ini proses penyusunan aturan pembentukan BLU masih berlangsung sebagai tindak lanjut arahan pemerintah.
"Ini sedang proses yang jelas, ini arahan dari kementerian. Kan sudah diumumkan ya, kita menindaklanjuti langkah-langkahnya. Harus disiapkan langkah-langkah selanjutnya aja. Itu masih berproses," ujar Hendra ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Namun demikian, Hendra belum memastikan apakah aturan turunan yang disiapkan nantinya berbentuk Peraturan Menteri (Permen) atau Keputusan Menteri (Kepmen).
Di sisi lain, Hendra juga menyinggung kunjungannya ke Rusia bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot beberapa waktu lalu. Menurutnya, selain membahas potensi impor minyak, pertemuan tersebut juga difokuskan pada percepatan pengembangan Blok Tuna agar segera berproduksi.
"Itu yang kita ikut dorong untuk cepat onstream. Kita langsung ketemu dengan perusahaan. Dan itu kita diperwakilkan di sini, mau kita undang. Intinya semua yang sudah ada pending-pending ini untuk dipercepat," katanya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia ditargetkan mulai tiba di Indonesia dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Menurut Bahlil, proses kesepakatan impor minyak tersebut telah rampung, termasuk kontrak kerja sama antara kedua pihak. Saat ini, pemerintah tinggal menyelesaikan aspek teknis pengiriman.
"Secara deal sudah. Kontrak sudah. Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya dan mungkin satu dua minggu ini sudah bisa, ya," kata Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).
(ven)
Addsource on Google

3 hours ago
4

















































