Jakarta, CNBC Indonesia - Sikap Uni Eropa (UE) makin tegas dalam 'menertibkan' praktik-praktik raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) yang dinilai merugikan masyarakat di negaranya. Sebelumnya, hantaman dari Uni Eropa ke AS ditelurkan melalui 'Digital Markets Act' (DMA) dan 'Digital Services Act' (DSA).
Aturan tersebut menjamin pasar yang adil dan anti-monopoli, serta memastikan tanggung jawab platform atas peredaran konten yang aman di internet. Beberapa raksasa teknologi AS seperti Google, Meta, dan Apple, terdampak atas penegakkan hukum DMA dan DSA.
Terbaru, UE kembali mengeluarkan ancaman yang spesifik ditujukan kepada Meta (WhatsApp, Instagram, Threads). Regulator kompetisi UE mengancam untuk menyetop Meta dalam memblokir para pesaing AI dari layanan pesan singkat WhatsApp.
Komisi Eropa telah mengeluarkan pernyataan keberatan (statement of objections) atau tuntutan ke Meta atas dugaan pelanggaran aturan UE. Lembaga itu akan memberlakukan langkah-langkah sementara untuk mencegah kerugian serius dan tidak dapat diperbaiki ke para pesaing Meta.
Langkah ini meniru upaya serupa yang diambil badan pengawas persaingan usaha Italia pada Desember 2025.
"Kita harus melindungi persaingan yang efektif di bidang yang dinamis ini. Kita tidak dapat membiarkan perusahaan teknologi dominan secara ilegal memanfaatkan dominasi mereka untuk memberikan keuntungan yang tidak adil," kata kepala antimonopoli Uni Eropa, Teresa Ribera, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (10/2/2026).
"Kami sedang mempertimbangkan untuk segera memberlakukan tindakan sementara terhadap Meta untuk menjaga akses bagi para pesaing ke WhatsApp. Investigasi sedang berlangsung dan ini dilakukan untuk menghindari kebijakan baru Meta yang secara permanen merugikan persaingan di Eropa," ia menambahkan.
Meta mengatakan tak ada alasan bagi UE untuk melakukan intervensi terhadap model bisnisnya.
"Ada banyak pilihan platform AI dan orang-orang dapat menggunakannya dari toko aplikasi, sistem operasi, perangkat, situs web, dan kemitraan industri," kata juru bicara Meta dalam sebuah email.
Juru bicara Meta menilai logika Komisi Eropa tak masuk akal. Pasalnya, Software WhatsApp Business bukan merupakan channel distribusi kunci untuk chatbot-chatbot AI yang ada di pasaran.
Meta mengimplementasikan kebijakannya pada 15 Januari 2026. Kebijakan tersebut hanya memperbolehkan asisten Meta AI untuk diakses di WhatsApp.
Keputusan Komisi Eropa tentang apakah akan memberlakukan tindakan sementara akan bergantung pada tanggapan dan hak pembelaan Meta, kata pengawas tersebut.
Investigasi UE menggarisbawahi tekad blok tersebut untuk menegakkan aturan anti-monopoli meskipun ada kritik dari pemerintah AS terhadap tindakan Eropa yang menargetkan perusahaan teknologi besar AS.
Pengadilan Brasil bulan lalu menangguhkan tindakan sementara oleh badan anti-monopoli negara itu terhadap Meta atas masalah yang sama.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































