Efek Perang! Pasar Minyak Alami Gangguan Terbesar Sepanjang Sejarah

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia — Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan pada hari Jumat bahwa kebijakan pengaturan pasokan saja tidak akan cukup untuk mengurangi gangguan pasokan minyak global di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Gangguan pasar minyak global yang berawal karena serangan AS-Israel ke Iran itu, disebut-sebut sebagai terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

Alih-alih menunggu produksi yang terganggu pulih, menurunkan permintaan minyak dapat mengurangi tekanan pada konsumen dan membantu menurunkan harga lebih cepat.

Mengutip CNBC, IEA mengatakan mengurangi transportasi darat dan udara, bekerja dari rumah jika memungkinkan, dan beralih ke kompor listrik dapat secara signifikan membantu mengurangi dampak guncangan bagi konsumen.

Risiko geopolitik yang meningkat telah mengguncang para pedagang, tidak hanya menaikkan harga minyak mentah tetapi juga meningkatkan biaya produk olahan seperti solar dan bahan bakar jet, yang secara langsung berdampak pada transportasi, logistik, dan harga konsumen.

Tercatat, harga minyak telah melonjak lebih dari 40% sejak dimulainya perang AS-Iran pada 28 Februari, mencapai level tertinggi sejak 2022. Hal ini lantaran pasokan sangat terganggu, sebagian besar karena penutupan Selat Hormuz secara efektif.

Selat ini adalah koridor maritim sempit di lepas pantai Iran yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman dan biasanya membawa sekitar seperlima konsumsi minyak global.

Akibatnya, negara-negara mulai memanfaatkan cadangan minyak strategis, dengan ratusan juta barel yang dijadwalkan untuk dilepaskan.

IEA pekan lalu setuju untuk melepaskan 400 juta barel minyak untuk mengatasi gangguan pasokan yang dipicu oleh perang Iran. Ini menjadi tindakan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut. Namun, IEA tidak memberikan jadwal kapan stok tersebut akan memasuki pasar.

Mengurangi Permintaan Minyak

Meskipun para pembuat kebijakan terus mengelola gangguan pasokan, upaya terkoordinasi untuk mengurangi konsumsi dapat memberikan bantuan tercepat.

"Mengatasi permintaan adalah alat penting dan segera untuk mengurangi tekanan pada konsumen dengan meningkatkan keterjangkauan dan mendukung keamanan energi," kata IAE pada hari Jumat, dikutip dari CNBC, Minggu (22/3/2026).

IAE mengatakan itu saat menjabarkan berbagai langkah yang dapat diambil oleh rumah tangga dan bisnis untuk mengurangi permintaan.

Di antara langkah-langkah yang paling berdampak adalah mendorong kerja jarak jauh jika memungkinkan, meningkatkan penggunaan carpooling dan transportasi umum, dan mengurangi perjalanan udara yang tidak penting.

Langkah-langkah tersebut terutama berfokus pada transportasi darat, yang menyumbang sekitar 45% dari permintaan minyak global.

Lembaga itu menyebut bekerja dari rumah jika memungkinkan mengurangi permintaan bahan bakar untuk perjalanan pulang pergi, sementara menurunkan batas kecepatan, beralih dari mobil pribadi ke transportasi umum, dan bergantian akses kendaraan pribadi di kota-kota, dapat lebih mengurangi kemacetan dan konsumsi bahan bakar.

Langkah-langkah untuk mengalihkan penggunaan gas minyak cair (LPG) dari transportasi ke yang lebih penting seperti memasak juga dapat membantu menjaga harga tetap rendah. Begitu pula dengan mengadopsi solusi memasak bersih alternatif yang mengurangi ketergantungan pada LPG.

Pajak

Negara-negara juga mempertimbangkan langkah-langkah fiskal untuk mengurangi tekanan pada konsumen dan mencegah kenaikan tajam harga bahan bakar yang dapat menambah tekanan inflasi.

Spanyol berencana untuk mengurangi pajak pertambahan nilai (PPN) atas bahan bakar menjadi 10% dari 21%, menurut laporan media lokal yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Menurut laporan tersebut, pemerintah juga akan menghapus pajak 5% atas listrik.

Italia pada hari Rabu memangkas bea cukai atas bahan bakar, sementara kementerian keuangan Jerman mengatakan sedang mencari cara untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga bahan bakar, seperti memperkenalkan pajak keuntungan tak terduga pada perusahaan minyak.

Pada Jumat pagi, harga minyak mentah Brent internasional berjangka untuk pengiriman Mei naik 1,3% menjadi US$109,93 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka untuk pengiriman April sebagian besar tetap stabil di US$96,20.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |