DPR Mau BI Agresif Total Amankan Rupiah, Pasok Kebutuhan Dolar RI!

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia -Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mendorong Bank Indonesia (BI) untuk mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan valuta asing (valas) nasional. Dirinya menilai, pendekatan yang digunakan saat ini tidak lagi memadai di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menurutnya, BI seharusnya tidak hanya berperan sebagai otoritas moneter yang menjaga stabilitas rupiah, tetapi juga menjadi liquidity provider untuk valas.

"Melihat situasi yang sudah berubah sangat seperti ini, cara BI menangani masalahnya juga masih tidak menurut saya. Permasalahannya makin complex, dia (Bank Indonesia) tidak berubah," ujar Misbakhun dalam acara di Menara Bank Mega, Selasa (7/4/2026).

Misbakhun pun mempertanyakan mengapa BI tidak mengambil langkah strategis untuk mengamankan pasokan valas dalam jumlah besar di awal. Misalnya, dengan mengunci kebutuhan dolar tahunan Indonesia melalui kontrak jangka panjang.

"Kenapa Bank Indonesia tidak menjadi liquidity provider untuk valas? Berapa sih kebutuhan valas kita setahun? Misalnya US$300 miliar. Kenapa kita enggak chip in sejak awal melakukan kontrak jumlahnya yang sangat besar, US$300 miliar?," ujar Misbakhun.

Dirinya mendorong Bank Indonesia untuk menempuh pendekatan yang lebih agresif. Seperti, melalui jalur diplomasi antarnegara.

Menurut Misbakhun, Bank Indonesia bisa melibatkan langsung kepala negara untuk membahas kebutuhan valas Indonesia secara lebih konkret. "Kenapa kita enggak melakukan high-level meeting, misalnya Presiden Trump, Pak Prabowo, untuk meminta liquidity itu?," ujarnya.

"Saya enggak pernah menghandling persoalan mana-mana. Kalau permasalahannya seperti itu diselesaikan dengan cara yang masih seperti itu, ya mohon maaf, Pak," tutupnya.

Seperti yang diketahui, nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (7/4/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup di zona merah dengan depresiasi 0,35% ke level Rp17.090/US$. Posisi ini kembali mencetak rekor sebagai level penutupan terlemah sepanjang masa bagi mata uang Garuda.

(mij/mij) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |