Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
11 April 2026 16:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, perubahan sektor bisnis pun makin terlihat, termasuk daftar orang terkaya. Jika dahulu daftar orang terkaya didominasi oleh sektor pertambangan dan pangan, kini sudah mulai ada sektor teknologi.
Perubahan daftar orang terkaya mulai berkembang dan didukung kombinasi faktor pasar, bisnis, dan personal. Mayoritas kekayaan konglomerat berasal dari saham perusahaan yang mereka miliki. Saat harga saham naik tajam, valuasi kekayaan ikut melonjak, sebaliknya saat saham anjlok, posisi di daftar bisa turun.
Ekspansi ke sektor baru, inovasi produk, atau peningkatan permintaan bisa mendorong laba dan valuasi perusahaan. Sebaliknya, penurunan kinerja, skandal, atau disrupsi teknologi bisa memangkas nilai perusahaan.
Menjual sebagian saham, merger, akuisisi, atau pembelian aset besar juga bisa mengubah total kekayaan. Warisan dan pembagian harta keluarga juga memengaruhi posisi di daftar.
Daftar kekayaan biasanya dihitung dalam dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan atau penguatan rupiah terhadap dolar dapat memengaruhi nilai kekayaan saat dikonversi.
Dan munculnya wajah-wajah baru daftar konglomerat, biasanya terdapat pengusaha yang tiba-tiba melejit karena IPO perusahaan hingga booming industri baru misalnya teknologi atau energi terbarukan, atau lonjakan harga komoditas. Ketika mereka masuk daftar, otomatis posisi beberapa konglomerat lama bisa tergeser.
Pada 2025, duo Hartono masih memimpin menjadi orang terkaya RI nomor satu yang terdiri dari kekayaan bersih Robert Budi Hartono dan Michael Hartono pemilik Djarum Grup dan bank BCA.
Sekitar sebulan lalu, tepatnya 19 Maret 2026, Michael Hartono meninggal dunia di usia 86 tahun. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Singapura. Michael Hartono meninggalkan jejak panjang dalam sejarah industri dan bisnis di Indonesia.
Pada urutan kedua disusul sosok pengusaha energi baru terbarukan (EBT) Prajogo Pangestu, kemudian di urutan ketiga diisi oleh pembisnis Grup Sinar Mas, Widjaja Family.
Pada posisi keempat ditempati oleh pengusaha industri energi yakni Low Tuck Kwong. Dan posisi kelima pemilik Indofood Anthony Salim.
Namun ada beberapa syarat yang dihitung akan berbeda. Jika kekayaan duo Hartono digabung, pemilik Grup Djarum ini masih menjadi orang terkaya RI dengan kekayaan Robert Budi Hartono sebesar US$22,4 miliar dan Michael Hartono sebesar US$21,5 miliar.
Jika terpisah, Prajogo Pangestu masih menjadi urutan nomor 1 orang terkaya RI dengan kekayaan bersih mencapai US$39,8 miliar. Dan di susul Widjaja mencapai US$28,3 miliar.
Menariknya terdapat dua sosok baru yang berhasil menggeser daftar konglomerat RI lama. Sosok baru pertama adalah pemilik PT DCI Indonesia Tbk (DCII), Otto Toto Sugiri yang berhasil masuk dalam 10 besar orang terkaya RI dengan kekayaan bersih senilai US$11,3 miliar pada 2025.
Sosok baru lainnya yakni Marina Budiman yang masuk dalam top 10 orang terkaya RI dengan kekayaan bersih mencapai US$8,2 miliar. Marina Budiman adalah salah satu pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII), ia berhasil membangun bisnis pusat data yang kini menjadi pemain utama di industri ini.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(chd/chd)

3 hours ago
3
















































