Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk meminta pengadilan untuk menendang CEO Sam Altman dan Presiden Greg Brockman dari posisi mereka di OpenAI. Kedua orang tersebut dituduh Musk membohongi dirinya.
Permintaan tersebut diketahui dalam dokumen hukum yang dilayangkan pengacara Musk pada Selasa (8/4/2026). Dokumen berisi daftar permintaan Musk jika pengadilan memutuskan dirinya menang dalam gugatan atas OpenAI.
Musk menggugat Altman dan OpenAI pada 2024. Ia menuduh OpenAI menipu dirinya untuk menyumbangkan US$ 38 juta dalam pendirian perusahaan sekitar 10 tahun lalu. Saat itu, menurut Musk, OpenAI berkomitmen untuk tetap menjadi entitas non-profit.
"Penggugat ingin agar pengadilan mencabut jabatan Altman sebagai direktur di dewan nonprofit OpenAI dan mencabut posisi Altman dan Brockman di entitas OpenAI yang bertujuan mencari keuntungan," kata pengacara Musk dalam dokumen.
Musk juga meminta agar pengadilan memaksa OpenAI kembali beroperasi sebagai entitas nonprofit. Setelah restrukturisasi pada Oktober, entitas nonprofit OpenAI memiliki 26 persen saham di entitas OpenAI yang mencari keuntungan (for-profit).
Dalam unggahan di media sosial, OpenAI menyebut Musk "berpura-pura mengubah serangannya ke Yayasan OpenAI."
"Sesungguhnya, kasus ini adalah keinginan Elon untuk lebih berkuasa dan lebih kaya untuk memenuhi ambisinya. Gugatannya tak lebih dari sekadar kampanye untuk mengusik kami yang dipicu oleh ego, kecemburuan, dan upaya untuk memperlambat perkembangan perusahaan saingan," kata OpenAI.
Musk, Altman, dan beberapa orang lain bersama-sama mendirikan OpenAI sebagai laboratorium AI non-profit pada 2015. Pada 2018, Musk hengkang dari OpenAI setelah gagal membujuk pendiri lain untuk menggabungkan OpenAI dengan Tesla.
Pada 2023, Musk meluncurkan perusahaan AI sendiri yang bernama xAI. Perusahaan yang kini telah dimerger dengan SpaceX tersebut adalah pembuat chatbot Grok, saingan ChatGPT buatan OpenAI. Perusahaan gabungan SpaceX dengan X [dulu Twitter] dan xAI melampaui US$ 1,25 triliun.
OpenAI membalas aksi Musk dengan meminta agar jaksa negara bagian California dan Delaware menyelidiki tindakan orang terkaya dunia tersebut. Chief Strategy OpenAI Jason Kwon menuduh Musk berusaha mengganggu OpenAI lewat berbagai serangan, termasuk dengan berkongkalikong dengan CEO Meta Mark Zuckerberg.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































