Jakarta, CNBC Indonesia - Serikat pekerja Samsung Electronics di Korea Selatan mengatakan pada Jumat (15/5) waktu setempat, bahwa pihak perusahaan telah mengusulkan untuk melanjutkan pembicaraan tanpa syarat.
Hal ini diungkap beberapa hari setelah negosiasi yang dimediasi pemerintah mengenai skema gaji dan bonus gagal mencapai kesepakatan.
Serikat pekerja Samsung Electronics mengatakan pihaknya bersedia mengadakan pembicaraan setelah 7 Juni 2026. Namun, mereka menegaskan akan tetap mempertahankan rencana pemogokan kerja mulai 21 Mei 2026.
Hal ini dapat mengganggu proses produksi bagi produsen chip memori terbesar di dunia. Adapun pemogokan ini dilakukan di tengah krisis kelangkaap chip memori global yang telah berdampak pada lonjakan harga perangkat elektronik konsumen seperti HP, laptop, konsol game, dan peralatan rumah tangga.
Samsung Electronics membagikan pernyataan yang mengonfirmasi tawarannya untuk melakukan pembicaraan tanpa syarat, meskipun mereka tidak segera memberikan komentar lebih lanjut.
Serikat pekerja Samsung mengatakan pada Kamis (14/5) waktu setempat, bahwa mereka akan duduk untuk melakukan pembicaraan jika perusahaan tersebut mengajukan proposal terperinci yang membahas tuntutan serikat pekerja pada pukul 01.00 GMT atau 08.00 WIB pada Jumat (15/4) ini.
Para pejabat pemerintah Korea Selatan, termasuk perdana menteri dan menteri keuangan, telah menyuarakan kekhawatiran bahwa pemogokan di Samsung harus dihindari dengan segala cara. Pemerintah memperingatkan bahwa hal itu dapat menimbulkan risiko signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, ekspor, dan pasar.
Saham Samsung Electronics turun 2% pada perdagangan pagi setelah proposal perusahaan untuk pembicaraan tanpa syarat, dibandingkan dengan penurunan 1,1% pada indeks acuan KOSPI.
(fab/fab)
Addsource on Google

4 hours ago
7

















































