Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai merombak sejumlah anak dan cucu usaha BUMN. Adapun, sejumlah bisnis non-inti diputuskan untuk didivestasi.
COO BPI Danantara Dony Oskaria menjelaskan divestasi merupakan salah satu strategi utama dalam proses streamlining BUMN dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas.
"Memang kalau itu bisnis yang non-core kita divestasi dan banyak yang kita divestasi," kata Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).
Ia lantas mencontohkan divestasi yang akan dilakukan. Misalnya di sektor karya, terdapat perusahaan air yang akan dilepas karena dinilai bukan bisnis inti dan skalanya tidak cukup besar.
Berikutnya, perusahaan fiber optik milik PT PP juga akan didivestasi. Lalu ada juga Gesits, perusahaan yang sebelumnya diakuisisi oleh WIKA dan kini berada di bawah IBC juga masuk daftar divestasi. Tak hanya itu, unit travel agent milik Pertamina juga akan didivestasi.
"Jadi banyak perusahaan-perusahaan hasil mapping kami yang memang ini non-core itu akan kita divestasi, karena dulu pada basicnya BUMN itu masuk di semua hal, mulai dari besar sampai yang sangat kecil, akibatnya swastanya tidak kebagian," katanya.
Selain divestasi, pihaknya juga melakukan penataan ulang model bisnis BUMN agar lebih efisien. Salah satu contohnya adalah peninjauan ulang model bisnis PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
Dony menegaskan bahwa mulai tahun ini PGN tidak lagi diperkenankan bermain di sektor hulu. PGN akan fokus hanya pada sektor midstream dan downstream.
"Tugas mereka adalah menyalurkan gas sampai ke rumah-rumah, karena itu kita akan trial mulai di Batam, Batam kita akan melakukan pipanisasi ke seluruh rumah gas. Karena kita maunya PGN itu menjadi perusahaan gas negara yaitu untuk mendistribusikan gas," ujarnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
4
















































