Bos Danantara Soal Perampingan Telkom, 12-14 Anak Usaha Bakal Ditutup

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria akan merampingkan grup PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Langkah tersebut sekring dengan agenda perampingan (streamlining) grup Telkom Indonesia yang saat ini memiliki 67 anak usaha.

Dony yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara mengatakan, pihaknya akan menutup sebanyak 12-14 anak usaha telkom. Targetnya, jumlah anak usaha yang tersisa hanya 19 perusahaan.

"Saya lupa 12 atau 14 (Perusahaan yang ditutup)," ujarnya saat ditemui usai rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (8/6/2026).

Dony mengatakan, dalam proses transformasi di tubuh perusahaan telekomunikasi tersebut, akan ada sebanyak 48 anak usaha yang dikonsolidasi, baik dengan skema merger maupun likuidasi.

Nantinya, akan usaha yang memiliki bisnis serupa akan digabungkan sehingga dapat beroperasi sesuai dengan core bisnisnya.

Dony menegaskan, meskipun akan ada penggabungan hingga penutupan di grup Telkom, tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Nantinya, karyawan anak usaha Telkom yang terdampak merger atau likuidasi akan dipekerjakan di perusahaan yang dimerger.

"Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger, gitu," tutupnya.

Sebelumnya, Dony telah menggelar pertemuan bersama Direktur Portfolio/Bisnis PT Telkom Indonesia di Wisma Danantara Indonesia terkait update pelaksanaan streamlining

"Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar Telkom untuk membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif dalam memperkuat perannya sebagai strategic holding digital," ujarnya dalam sosial media Instagramnya, dikutip Selasa (26/5/2026).

Dalam pembahasan tersebut, manajemen Telkom memaparkan sejumlah langkah strategis, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru untuk memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional.

Sejumlah agenda prioritas juga terus dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group guna mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

"Melalui transformasi ini, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, efisiensi bisnis, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan," tutupnya.

(rob/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |