Bikin Deg-Degan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas Usai Drama Menegangkan

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak akhirnya rebound setelah sempat jeblok. Permintaan aset aman naik di tengah penurunan pasar saham dan ketegangan AS-Iran yang masih berlanjut. 

Pada perdagangan hari ini Senin (9/2/2026) hingga pukul 06.30 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 1,23% di posisi US$5.021,49 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (6/2/2026), harga emas dunia naik 3,99% di level US$4.960,39 per troy ons. Dalam perdagangan intraday, harga emas sempat jatuh ke level terendah US$4.654,29 per troy ons.

Harga emas naik pada perdagangan Jumat, pulih dari aksi jual tajam pada sesi sebelumnya, karena pasar saham global turun dan ketegangan AS-Iran masih berlanjut, sementara CME Group menaikkan margin pada logam mulia untuk menangkal risiko.

"Saya melihat sedikit permintaan investasi aset aman, tetapi perlu diingat bahwa masih ada kehati-hatian setelah aksi jual Jumat lalu, kita masih memiliki kekhawatiran tentang ketegangan Iran-AS yang masih ada," ujar Kelvin Wong, analis pasar senior di OANDA.

"Akan terjadi pergerakan harga emas yang sangat fluktuatif dalam jangka pendek antara US$5.169 per troy ons, yang merupakan resistensi jangka pendek utama, dan dukungan jangka pendek utama di level US$4.400 per troy ons."

Iran dan AS memulai negosiasi penting di Oman pada hari Jumat mengenai program nuklir Teheran.

Penurunan tajam pasar saham global di Wall Street meluas ke Asia pada hari Jumat, menyebabkan banyak indeks acuan regional berada di zona merah.

Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset aman, berkinerja baik di saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi dua minggu, menekan logam mulia minggu ini, setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Federal Reserve (The Fed) berikutnya minggu lalu.

Sementara itu, CME Group menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas dan perak pada Kamis, kenaikan ketiga dalam dua minggu terakhir karena operator bursa berupaya untuk mengekang risiko dari volatilitas yang meningkat di pasar logam mulia.

Margin adalah deposit yang dibayarkan investor di pasar berjangka kepada bursa atau lembaga kliring untuk menutupi risiko gagal bayar. Bursa biasanya menaikkan margin untuk mengurangi risiko ketika volatilitas harga di pasar meningkat.

Baik margin awal maupun margin pemeliharaan untuk COMEX 100 Gold Futures telah dinaikkan menjadi 9% dari 8% untuk akun Non-Heightened Risk Profile (Non-HRP), menurut CME Group pada hari Kamis pekan lalu.

Margin awal dan margin pemeliharaan untuk COMEX 5000 Silver Futures telah dinaikkan menjadi 18% dari 15%.

Tarif tersebut berlaku setelah penutupan perdagangan pada hari Jumat, 6 Februari 2026.

Mulai 13 Januari, operator bursa AS telah menetapkan margin untuk emas, perak, platinum, dan paladium berdasarkan persentase nilai kontrak. Margin sebelumnya didasarkan pada jumlah dolar.

Sejak perubahan metodologi penetapan margin, CME sejauh ini telah menaikkan margin tiga kali yakni pada 30 Januari, 2 Februari, dan yang terbaru.

Logam mulia telah mengalami fluktuasi liar selama beberapa sesi terakhir, dengan emas dan perak mencatatkan kerugian tercuram dalam beberapa dekade pada Jumat lalu setelah mencapai rekor tertinggi di awal pekan itu.

Adapun, premi emas di India juga turun lebih dari setengahnya dari level tertinggi dekade ini minggu ini karena volatilitas harga menghalangi pembeli.

Di sisi lain, laporan non-farm payrolls AS untuk Januari telah ditunda dari hari Jumat menjadi 11 Februari karena penutupan sebagian pemerintah selama empat hari yang kini telah berakhir.

Harga Emas Kembali ke US$5.100/ons atau Jatuh ke Level Terendah Baru?

Emas memulai periode konsolidasi yang menegangkan pekan lalu setelah hancur lebur pada dua pekan lalu dengan ambles hampir 4%  pada Jumat, 6 Februari. Awal bulan ini, harga turun tajam dari rekor US$5.600 per troy ons ke level terendah mendekati US$4.400 per troy ons, tetapi sekarang telah stabil di US$4.968 per troy ons.

Ketika pasar dibuka kembali hari ini perhatian akan beralih dari penjualan ke persaingan antara penjual jangka pendek dan pembeli jangka panjang. Dengan Tahun Baru Imlek pada 16 Februari dan Federal Reserve yang lebih agresif, volatilitas tinggi sangat mungkin terjadi.

Efek "Warsh": Era Baru untuk Fed?

Alasan utama untuk perubahan harga US$1.200 per troy ons baru-baru ini adalah penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Federal Reserve berikutnya.

Banyak yang melihat Warsh sebagai seseorang yang tegas terhadap inflasi dan lebih menyukai neraca Fed yang lebih kecil. Hal ini telah memperkuat Dolar AS dan mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi, sehingga menyulitkan emas untuk mendapatkan nilai.

Berita tentang Warsh menyebabkan aksi jual besar-besaran. Investor menjual emas untuk menutupi kerugian di pasar saham dan perak, yang turun 36% hanya dalam satu minggu.

Bahkan setelah penurunan tajam, emas masih dianggap sebagai investasi yang aman karena meningkatnya konflik perdagangan dan fisik.

Ancaman Presiden Trump untuk mengenakan tarif 100% pada Kanada dan tarif baru pada Korea Selatan dan Eropa telah mendorong lebih banyak investor untuk memindahkan uang ke emas untuk keamanan.

Pasar negara berkembang dan Bank Nasional Polandia masih membeli emas ketika harga turun. Mereka melihat penurunan baru-baru ini sebagai cara untuk menghilangkan spekulasi, bukan sebagai tanda bahwa prospek positif jangka panjang telah berubah.

Pada grafik dua jam, emas mulai membentuk basis di dekat US$4.965 per troy ons. Rebound kuat dari area support US$4.718 per troy ons, yang ditunjukkan oleh pembelian besar-besaran, menunjukkan bahwa titik terendah lokal mungkin telah terbentuk.

RSI kembali naik menuju 48, yang netral, setelah turun di bawah 20 selama penurunan tajam.

Sementara itu margin CME, kenaikan persyaratan margin baru-baru ini (sekarang 9%) telah menyingkirkan para trader ritel dengan leverage tinggi, membuat pasar menjadi lebih tipis tetapi lebih stabil secara struktural.

Tren jangka panjang masih positif, dengan J.P. Morgan memperkirakan harga di atas US$6.000 per troy ons pada akhir tahun. Namun, perdagangan jangka pendek membutuhkan waktu yang tepat.

Target kenaikan harga emas terdekat yakni penembusan yang jelas di atas US$5.100 per troy ons untuk memberikan konfirmasi pemulihan dan membuka jalan menuju US$5.245 per troy ons.

Manajemen Risiko, stop loss yang ketat sangat penting. Penutupan harian di bawah US$4.700 per troy ons dapat membatalkan tesis pemulihan dan menunjukkan koreksi yang lebih dalam menuju US$4.400 per troy ons.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |