Awas Pecah Perang Asia, China Terjunkan Pasukan ke Gerbang Taiwan

10 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas penjaga pantai Taiwan mengerahkan sejumlah kapal patroli untuk merespons operasi yang dilakukan China di perairan timur pulau tersebut. Taiwan menilai operasi penegakan hukum maritim yang digelar Beijing itu melanggar hukum internasional dan dilakukan di wilayah yang tidak berada di bawah kedaulatan China.

Dalam pernyataan pada Minggu (7/6/2026) yang dilansir AFP, penjaga pantai Taiwan mengatakan kapal-kapal pemerintah China telah dipantau sepanjang operasi berlangsung. Taiwan juga mengerahkan armada yang diperlukan untuk melakukan pengawasan dan mengambil langkah respons yang dianggap sesuai.

Taiwan menyebut telah mendeteksi empat kapal pemerintah China yang berangkat dari Pelabuhan Xiamen dan berlayar di luar wilayah perairan terbatas Taiwan di bagian barat daya pulau tersebut. Untuk memperkuat pemantauan, lebih dari lima kapal penjaga pantai Taiwan diterjunkan guna melakukan pengawasan terhadap pergerakan kapal-kapal China.

Menurut otoritas Taiwan, kapal-kapal China diperkirakan tiba di perairan terkait pada Minggu. Taiwan menegaskan bahwa China tidak memiliki hak kedaulatan apa pun atas perairan di sebelah timur pulau tersebut.

Ketegangan ini muncul setelah media pemerintah China melaporkan pada Sabtu bahwa operasi penegakan hukum maritim dilakukan sebagai respons terhadap rencana Jepang dan Filipina untuk memulai pembicaraan penetapan batas maritim di kawasan tersebut. Beijing menganggap langkah Tokyo dan Manila itu ilegal serta mengklaim memiliki kendali eksklusif atas perairan yang menjadi sengketa.

Bulan lalu, Jepang dan Filipina sepakat memulai pembicaraan formal untuk menetapkan batas zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen di antara kedua negara. Kesepakatan itu memicu kemarahan China yang selama ini memiliki klaim maritim luas di kawasan tersebut.

Kementerian Transportasi China pada Sabtu mengoordinasikan polisi maritim dari Provinsi Fujian dan Guangdong untuk melaksanakan operasi penegakan hukum lalu lintas laut khusus di perairan timur Taiwan. Namun, laporan media pemerintah China tidak menjelaskan secara rinci durasi operasi maupun apakah kegiatan tersebut masih berlangsung.

China menyatakan operasi tersebut merupakan langkah yang diperlukan sebagai respons terhadap pengumuman sepihak Jepang dan Filipina mengenai dimulainya negosiasi batas maritim di dekat Taiwan. Sementara itu, pemerintah Taiwan pada Rabu lalu menegaskan bahwa pihaknya seharusnya dilibatkan dalam pembicaraan antara Tokyo dan Manila tersebut.

Hubungan Jepang dan Filipina semakin erat dalam beberapa tahun terakhir karena keduanya memiliki kekhawatiran yang sama terhadap klaim maritim China. Jepang dan China masih terlibat sengketa wilayah dan ekonomi di Laut China Timur, sementara Filipina kerap bersitegang dengan kapal penjaga pantai dan angkatan laut China di Laut China Selatan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Taiwan pada Sabtu juga melaporkan bahwa sebuah kapal survei China bergabung dengan kapal penjaga pantai China di perairan sekitar Pulau Pratas di bagian utara Laut China Selatan. Penjaga pantai Taiwan menyebut ini sebagai pertama kalinya kapal penjaga pantai dan kapal survei China terpantau beroperasi secara terkoordinasi untuk memprovokasi Taiwan.

Pulau Pratas saat ini berada di bawah kendali Taiwan, namun juga diklaim oleh Beijing. Selain Pulau Pratas, China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang merupakan jalur pelayaran strategis dan kaya sumber daya.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |