Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara mengungkapkan Toyota Avanza bekas produksi tahun lama cenderung banyak dicari ketimbang produksi baru. Adapun Avanza bekas tersebut yakni produksi 2018-2019 karena masih cukup baru dan juga masih mengadopsi mesin roda belakang.
Tak hanya Avanza produksi 2018-2019 sejatinya produksi di bawah 2018 juga cukup laku. Namun, karena hanya sedikit yang menjual, maka Avanza keluaran tahun tersebut puncl cukup langka.
Salah satunya diungkap oleh Amira, di mana Avanza keluaran 2018-2019, baik varian terendah maupun varian tertinggi (Avanza Veloz), banyak pelanggan yang mencari.
"Avanza 2018 lah ya, itu lumayan banyak yang cari. Apalagi yang lama-lama, banyak juga yang cari, tapi barangnya susah, karena enggak banyak yang mau jual," kata Amira kepada CNBC Indonesia, Sabtu (14/2/2026).
Untuk harganya, varian tertinggi (Avanza Veloz) dibanderol Rp180 juta. Sedangkan untuk varian terendah (Avanza 1.3 G) seharga Rp140 juta. Sedangkan untuk varian yang lebih tua yakni 2013 hingga 2016, harganya mulai dari Rp120 juta hingga Rp150 juta.
Namun, Amira hanya menjual varian matic, karena pasarnya cukup banyak untuk varian tersebut.
Foto: Penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ungkap mobil Toyota Avanza masih diminati oleh pembeli mobil bekas. (CNBC Indonesia/Chandra)
Penjual mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ungkap mobil Toyota Avanza masih diminati oleh pembeli mobil bekas. (CNBC Indonesia/Chandra)
"Kami jualnya hanya yang matic ya, karena kalau yang manual, orang-orang sekarang sudah mulai jarang," jelas Amira.
Senada dengan Amira, Jemy juga mengungkapkan Avanza produksi 2013 hingga 2018 cukup laku, karena masih menggunakan penggerak roda belakang.
"Avanza lama-lama, yang masih pakai penggerak roda belakang, masih banyak yang cari, karena bisa libas tanjakan, kalau penggerak roda depan kan suka enggak kuat buat nanjak," kata Jemy.
Jemy menambahkan, persediaan Avanza produksi 2018 memang masih cukup banyak. Tetapi untuk produksi di bawah 2016, sudah mulai sedikit karena tak banyak yang dijual.
"Sebenarnya orang-orang yang banyak cari ya 2018 ini, enggak lama-lama banget, juga enggak baru-baru banget, ada di tengah-tengah, dan balik lagi, durabilitasnya masih tinggi," jelasnya.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































