Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping menyampaikan pesan tegas kepada negara-negara BRICS, termasuk Rusia dan Indonesia, untuk mendorong penyelesaian damai konflik di Timur Tengah. Bahkan, Xi juga menegaskan kesiapan China memainkan peran lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan.
"Semua pihak terkait harus berpegang pada arah penyelesaian politik serta mendorong gencatan senjata yang permanen dan komprehensif. Kita harus memprioritaskan penanganan akar permasalahan," ujar Xi dalam pidatonya pada KTT BRICS di New Delhi, akhir pekan seperti dikutip dari transkrip pemerintah China, Senin (14/9/2026).
Xi menilai konflik di Timur Tengah dan kawasan Teluk telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan tidak sejalan dengan kepentingan bersama komunitas internasional. Ia pun menegaskan persoalan Palestina tetap menjadi inti masalah Timur Tengah dan mendorong penerapan solusi dua negara antara Israel dan Palestina.
"China bersedia bekerja sama dengan anggota BRICS untuk memainkan peran semestinya dalam mewujudkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta kawasan Teluk," kata Xi, seperti dikutip Reuters.
Di sisi lain, Xi mendorong BRICS tidak hanya menjadi forum politik, tetapi juga memperkuat kerja sama ekonomi untuk meningkatkan pengaruh negara-negara berkembang atau Global South. Ia menyebut keberhasilan inisiatif "Greater BRICS" bergantung pada fondasi kerja sama yang pragmatis, termasuk menjaga stabilitas rantai pasok, memperkuat pasar terintegrasi dan memperluas perdagangan serta investasi.
China bahkan akan memimpin pembentukan Zona Sumber Terbuka AI BRICS yang mencakup kerja sama model bahasa besar (LLM), pelatihan dan ekosistem kecerdasan buatan. Xi juga mengusulkan kemitraan Zona Ekonomi Khusus BRICS serta rencana China menjadi tuan rumah Forum Perdagangan Jasa BRICS pada 2027.
Pesan Xi mendapat konteks geopolitik kuat di tengah memanasnya kawasan Teluk akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran serta meningkatnya serangan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi. China memiliki kepentingan ekonomi besar di kawasan karena menjadi mitra dagang terbesar Iran sekaligus pembeli utama ekspor energi Teheran.
Sementara itu, dalam KTT tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan BRICS menjadi kekuatan pendorong bagi terbentuknya tatanan dunia yang lebih adil dan multipolar. Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menegaskan manfaat kerja sama BRICS seharusnya bisa diakses lebih luas oleh Global South.
Presiden Prabowo sendiri membawa isu ketahanan Indonesia menghadapi bencana dan perubahan iklim. Prabowo menekankan pentingnya menyatukan kebijakan pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, serta pengurangan risiko bencana dalam satu kerangka kebijakan.
Sejauh ini, KTT BRICS menghasilkan konsensus atas deklarasi bersama yang didukung Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menyikapi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Secara terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi untuk membahas deeskalasi, stabilitas, perdamaian, dan pembangunan kawasan.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
1
















































