Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mulai kebakaran jenggot atas kemajuan teknologi semikonduktor China. Sejumlah anggota DPR AS mendesak pemerintah memperketat pembatasan ekspor peralatan chip canggih ke Negeri Tirai Bambu.
Dalam surat bipartisan yang dikirim Selasa (11/2), pimpinan komite di DPR meminta Departemen Luar Negeri dan Departemen Perdagangan AS menutup celah aturan ekspor yang dinilai bisa dimanfaatkan China. Mereka menilai Beijing semakin agresif mengimpor peralatan kunci untuk produksi chip berteknologi tinggi.
Para anggota parlemen juga meminta sekutu Washington menerapkan pembatasan menyeluruh terhadap peralatan manufaktur semikonduktor yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh China. Menurut mereka, alat-alat tersebut merupakan titik kritis yang menentukan kemampuan China memproduksi chip canggih.
"Kami mendesak pemerintah untuk menekan sekutu agar menerapkan kontrol secara menyeluruh terhadap peralatan manufaktur semikonduktor dan subkomponen penting yang menjadi titik kritis, yakni semua peralatan dan subkomponen yang tidak dapat diproduksi secara mandiri oleh China," demikian isi surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dikutip dari Reuters, Kamis (12/2/2026).
Tak hanya itu, Kongres juga mendorong pembatasan layanan perawatan untuk mesin yang sudah terpasang di fasilitas chip China. Mereka menilai tanpa layanan tersebut, peralatan canggih itu tidak akan bisa beroperasi optimal.
Desakan ini datang di tengah tanda-tanda terobosan teknologi dari Beijing. Meski masih menghadapi tantangan besar, khususnya dalam meniru sistem optik presisi buatan Barat, China dilaporkan mulai mengejar ketertinggalan.
Pada Desember lalu, Reuters mengungkap ilmuwan China di laboratorium berkeamanan tinggi di Shenzhen berhasil membuat prototipe mesin litografi ultraviolet ekstrem (EUV) yang meniru teknologi milik ASML. Mesin ini merupakan kunci untuk memproduksi chip paling canggih yang digunakan dalam kecerdasan buatan, ponsel pintar, hingga perangkat militer Barat.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3
















































