Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah makam kuno kembali terlihat di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Kemunculan makam tersebut terjadi setelah permukaan air waduk mengalami penyusutan akibat musim kemarau.
Melansir CNNIndonesia, warga setempat mengatakan makam-makam itu mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Meski demikian, belum seluruh bagian makam muncul ke permukaan karena sebagian lainnya masih tertutup air.
"Udah beberapa hari ini kelihatan, karena airnya surut. Tapi ini belum terlihat semua, baru sebagian aja, masih banyak yang di dalam air," kata Karni, warga Kelurahan Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (12/9/2026).
Puluhan makam sudah terlihat jelas di dasar waduk, sedangkan sebagian lainnya masih terendam air. Makam-makam itu diduga terbuat dari batu kapur.
Kondisinya beragam, ada yang masih utuh, tetapi ada pula yang sudah terkikis waktu dan arus air. Pada beberapa nisan, masih terlihat ukiran tulisan, meski sebagian besar sudah sulit dibaca.
Bentuk batu nisannya pun relatif serupa, dengan ukuran bervariasi, mulai dari sekitar setengah meter hingga dua meter.
Kemunculan makam-makam kuno ini kerap menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin melihat langsung jejak sejarah di tengah waduk. Namun, menurut Karni, jumlah wisatawan yang datang belum terlalu banyak.
"Belum [banyak wisatawan yang datang], paling satu dua orang datang foto-foto saja. Kebanyakan yang ke sini ya orang mancing, sama [petani] ke sawah," ujarnya.
Adapun akses menuju lokasi makam cukup sulit dijangkau. Pengunjung harus berjalan kaki melintasi dasar waduk yang mengering dengan medan tanah yang masih basah.
Makam kuno muncul di waduk Wonogiri, menurut Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, merupakan fenomena tahunan saat kemarau.
"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat, tapi ini baru sebagian, karena airnya masih cukup tinggi," katanya.
Soemardjono menambahkan, biasanya makam-makam tersebut sudah tampak sejak Agustus. Namun pada kemarau tahun ini, kemunculannya baru terlihat pada September karena surutnya air berlangsung lebih lambat.
"Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," ucapnya.
Sebagai informasi, Waduk Gajah Mungkur sendiri dibangun dengan menenggelamkan 51 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Adapun lokasi puluhan makam kuno tersebut dahulu merupakan tempat pemakaman umum yang kini kembali tampak saat air menyusut.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

12 hours ago
8
















































