Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
29 May 2026 18:10
Jakarta, CNBC Indonesia - ATM Bitcoin kini semakin mudah ditemukan di berbagai negara. Mesin ini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam ekosistem aset kripto karena memungkinkan masyarakat membeli atau menjual Bitcoin secara langsung melalui mesin fisik.
Secara sederhana, ATM Bitcoin adalah mesin yang bentuknya mirip ATM perbankan biasa. Namun, fungsinya bukan untuk menarik uang dari rekening bank, melainkan untuk melakukan transaksi aset kripto, terutama Bitcoin.
Melalui mesin ini, pengguna bisa membeli Bitcoin menggunakan uang tunai atau kartu debit, lalu aset kripto tersebut dikirim ke dompet digital atau crypto wallet milik pengguna. Di beberapa lokasi, ATM Bitcoin juga memungkinkan pengguna menjual Bitcoin dan menerima uang tunai.
Kehadiran ATM Bitcoin memperlihatkan seberapa luas infrastruktur kripto berkembang di suatu negara. Semakin banyak jumlah mesin yang tersedia, semakin mudah masyarakat mengakses transaksi Bitcoin secara langsung tanpa sepenuhnya bergantung pada platform perdagangan online.
Melansir data Coin ATM Radar, Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan jumlah ATM Bitcoin terbanyak di dunia. Jumlahnya bahkan jauh meninggalkan negara-negara lain. Berikut daftar 10 negara dengan jumlah ATM Bitcoin terbanyak di dunia :
AS tercatat memiliki 20.742 lokasi ATM Bitcoin. Angka ini sangat dominan dibandingkan Kanada yang berada di posisi kedua dengan 3.723 lokasi.
Dominasi AS menggambarkan besarnya pasar kripto di negari Paman Sam. Infrastruktur aset digital di AS juga berkembang pesat karena didukung oleh tingginya minat investor ritel, keberadaan banyak penyedia layanan kripto, serta ekosistem keuangan digital yang sudah jauh lebih matang.
Australia menempati posisi ketiga dengan 1.790 lokasi ATM Bitcoin. Negara ini menjadi salah satu pasar kripto terbesar di kawasan Asia-Pasifik, dengan adopsi aset digital yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, negara-negara Eropa juga masuk dalam daftar 10 besar.
Polandia berada di posisi keempat dengan 351 lokasi, disusul Spanyol dengan 247 lokasi, Italia dengan 195 lokasi, dan Romania dengan 174 lokasi.
Hong Kong juga masuk dalam daftar dengan 237 lokasi ATM Bitcoin. Posisi ini menunjukkan peran Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan Asia yang cukup aktif dalam pengembangan aset digital.
Menariknya, El Salvador juga masuk daftar 10 besar dengan 210 lokasi ATM Bitcoin. Negara ini memang dikenal sebagai salah satu negara paling agresif dalam mengadopsi Bitcoin. Pada 2021, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang menetapkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada September 2021, setelah sebelumnya pemerintah El Salvador mengesahkan aturan yang mewajibkan pelaku usaha menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran, selama memiliki teknologi yang memungkinkan transaksi tersebut.
Selain itu, New Zealand juga mencatat jumlah yang sama dengan El Salvador, yakni 210 lokasi ATM Bitcoin.
Terlihat bahwa persebaran ATM Bitcoin masih sangat timpang. Amerika Serikat masih menjadi pusat utama infrastruktur ATM Bitcoin global, sementara negara-negara lain jumlahnya jauh lebih kecil.
Bahkan jika jumlah ATM Bitcoin Kanada, Australia, Polandia, Spanyol, Hong Kong, El Salvador, New Zealand, Italia, dan Romania digabungkan, totalnya masih jauh di bawah jumlah ATM Bitcoin yang ada di Amerika Serikat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi infrastruktur kripto fisik belum merata di seluruh dunia. Meski transaksi kripto umumnya dilakukan secara online, keberadaan ATM Bitcoin tetap menjadi indikator penting untuk melihat seberapa jauh aset digital sudah masuk ke aktivitas keuangan sehari-hari di suatu negara.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































