Wah! Diam-diam Pemerintah Prabowo Kembangkan Ruang Antariksa RI

11 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana untuk mengembangkan ruang antariksa dalam rangka kedaulatan dan juga potensi ekonomi. Ini diawali dengan pembentukan Direktorat Antariksa pada 2025 dan berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Eka Chandra Buana saat wawancara ekslusif dengan CNBC Indonesia di Menara Bappenas, Jakarta pada Rabu (16/9/2026).

Dirinya mengatakan saat ini langit dipenuhi dengan banyak sekali satelit karena adanya perkembangan teknologi. Meskipun banyak manfaat yang dirasakan, namun eka mengatakan saat ini belum ada yang mengatur, sehingga soal kedaulatan menjadi fokusnya.

"Jadi sekarang ini kan kita bicara masalah bumi, tapi ternyata sampai atas. Dan kalau kita lihat, yang atas ini belum ada yang mengatur. Dan kita kebayang dong semua di atas itu, di atas langit kita, itu tuh ada beribu-ribu satelit ternyata. Itu harus menjadi concern bagaimana nanti kedaulatan kita akan seperti apa," ucapnya.

Selain itu, Eka juga melihat peluang antariksa sebagai sumber pertumbuhan di masa depan. Menurutnya, lokasi Indonesia sebagai negara yang berada di Khatulistiwa memberikan keuntungan sebagai lokasi dalam peluncuran satelit.

"Itu yang misalkan, contoh paling gampang adalah, kita kan di garis khatulistiwa. Kalau kita ngeluncurin roket (satelit), itu paling enak di dekat garis khatulistiwa," jelasnya.

"Nah, itu harusnya bisa dicontohkan, bisa kita manfaatkan sebagai misalkan peluncuran. Maka dulu kan pernah ada tuh roket mau diluncurkan di Papua. Karena itu lebih efektif lintasannya," sambung Eka.

Meskipun demikian, ada keterbatasan anggaran yang juga menjadi tantangan untuk mengembangkan potensi antariksa ke depan.

Oleh karena itu, Kementerian PPN/Bappenas melakukan skala prioritas dalam eksekusi pengembangan antariksa tersebut.

Pemanfaatan ruang antariksa ini disebut dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2025-2045 sebagai megatren di masa depan.

Disebutkan bahwa perekonomian antariksa diproyeksikan akan tumbuh secara signifikan untuk jangka waktu yang panjang, bahkan nilainya bisa mencapai US$ 1 triliun atau Rp17.839 triliun (kurs=Rp17.839/1US$) pada 2040.

"Ekonomi antariksa diperkirakan mencapai US$469,0 miliar pada tahun 2021 dan diprediksi akan terus meningkat mencapai US$1,0 triliun hingga tahun 2040," mengutip RPJP Nasional 2025-2045.

Oleh karena itu, negara-negara diharapkan dapat meningkatkan kapasitas untuk mengeksplorasi luar angkasa secara khusus dalam hal pengembangan teknologi mutakhir dan kompetensi sumber daya manusia.

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |