Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melalui program UMK Academy berhasil membawa ribuan pelaku usaha mikro kecil (UMK) naik kelas lebih cepat. Para peserta Pertamina UMK Academy pun mengakui ada banyak manfaat yang dirasakan usai mengikuti program ini.
UMK Academy adalah program pembinaan UMK dari Pertamina untuk meningkatkan kualitas produk dan manajemen UMKM. Program ini mengusung empat kurikulum, yaitu Go Modern agar UMK mengadopsi praktik bisnis modern, Go Digital untuk mengenalkan dan mengintegrasikan teknologi digital dalam operasional bisnis, Go Online untuk membantu UMK memanfaatkan platform online dalam pemasaran dan penjualan, serta Go Global untuk mempersiapkan UMK memasuki pasar internasional.
Founder produk fesyen khas Indonesia, Haluan Bali, Defria Kirana menyatakan, usaha yang dijalaninya cepat berkembang setelah mengikuti program Pertamina UMK Academy. Bahkan berbekal ilmu yang diraih dari program ini, produk Haluan Bali menembus pasar Australia, Jepang, Belanda, Jerman, hingga ke Amerika Serikat.
"Pertamina UMK Academy adalah program yang sangat keren. Saya bisa dapat ilmu, networking, punya kesempatan ikut beragam pameran, dan dapat tambahan modal usaha," ungkap Champion kelas Go Online Pertamina UMK Academy 2024 ini dikutip Jumat (4/4/2025).
Defria juga mengaku Haluan Bali bisa lebih menetapkan jati dirinya sebagai brand dengan positioning lebih jelas dibandingkan sebelumnya setelah ikut program ini. Ia pun bersyukur karena Haluan Bali berhasil mendapatkan hibah alat teknologi yang bisa meningkatkan proses produksi.
"Kami berharap Haluan Bali bisa semakin besar, produktif, dan menjadi brand lokal yang dibanggakan Indonesia," jelasnya.
Senada, Bayu Ratna Diny dari Diby Leather juga merasakan dampak positif dari Pertamina UMK Academy 2024. Setelah mengikuti kelas Go Global, omzetnya melesat ditopang oleh naiknya permintaan.
"Dari kelas pelatihan yang kami ikuti, Diby Leather juga berhasil menjalin tiga kolaborasi baru dengan berbagai pihak, termasuk pemberdayaan perempuan dengan masyarakat sekitar, kolaborasi produk dengan UMKM dan pemerintah," jelasnya.
Peraih Champion Pertamina UMK Academy 2024 kelas Go Modern, Ika Bunga Maharani selaku pemilik produk aksesoris dan fesyen brand Exobrooch mengaku mampu menambah jumlah pelanggan hingga melakukan penghematan biaya produksi. Selain itu, ia sukses menghadirkan inovasi produk baru lantaran mendapatkan pelatihan tentang Go Green.
"Dari pelatihan ini, Exobrooch berhasil membuat produk baru yang lebih ramah lingkungan, yakni Eco-friendly scrunchie, sustainable hairpin batik, sustainable HP strap, hingga kostum dari limbah rumah tangga," ujar dia.
Vice President CSR and SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto memaparkan beragam manfaat yang bisa didapat UMK dari program Pertamina UMK Academy. Pertama, UMK mendapatkan pelatihan dan pendampingan bisnis oleh mentor profesional.
Kedua, skill UMK dalam menjalankan usaha bisa terdorong lewat gamifikasi yang dilakukan. Ketiga mendapatkan bantuan sertifikasi usaha untuk meningkatkan daya saing.
Keempat, mendapatkan dukungan pemasaran agar produk lebih dikenal, termasuk melalui digital dan branding. Kelima, UMK mempunyai kesempatan memperluas jaringan bisnis dan kolaborasi dengan sesama pelaku usaha sehingga siap bersaing di pasar lokal maupun internasional.
"Terakhir, para peserta memiliki kesempatan untuk mendapatkan hibah alat produksi untuk mendukung pengembangan usaha," katanya.
UMK Academy sebagai program inisiasi Pertamina ini terbukti menarik banyak perhatian pelaku usaha. Sejak diluncurkan tahun 2020, program ini mencetak ratusan UMK yang mampu berkembang, bahkan meningkatkan ekonomi di sekitarnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, program UMK Academy hadir sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menggerakkan perekonomian Indonesia melalui peningkatan kemampuan UMKM untuk menciptakan produk berkualitas tinggi dan manajemen UMKM yang profesional.
"Dari tahun ke tahun antusiasme pelaku UMKM terhadap program rutin Pertamina ini terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa gelaran ini membawa banyak manfaat buat UMKM di Indonesia. Ini juga menunjukkan potensi yang luar biasa bahwa UMKM Indonesia punya semangat untuk semakin maju dan berdaya saing. Kami berharap, UMK Academy 2025 dapat mencetak UMKM-UMKM lebih sukses dari program sebelumnya," jelas Fadjar.
Pada 2024, lebih dari 8.000 UMK mendaftar Pertamina UMK Academy. Sebanyak 1.686 di antaranya berhasil lolos untuk mengikuti program ini di tingkat regional.
Pada UMM Academy 2025, Pertamina juga mengintegrasikan aspek Go Green dalam kurikulumnya. Hal ini sejalan komitmen Pertamina untuk mendorong produk ramah lingkungan.
(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Video: PIS Pastikan Keandalan Angkutan Energi di Masa Mudik Lebaran
Next Article Pertamina Ungkap Cerita Sukses Program Desa Energi Berdikari di COP 29