Trump Sebut Inggris Bodoh Usai Relakan Kepulauan Chagos ke Mauritius

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Inggris terkait keputusan menyerahkan Kepulauan Chagos di Samudra Hindia kepada Mauritius. Menurutnya, langkah tersebut mengancam kepentingan keamanan nasional dan menunjukkan kekeliruan strategis London.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (20/1/2026) melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyebut keputusan Inggris itu sebagai tindakan yang sangat ceroboh.

"Inggris menyerahkan lahan yang sangat penting adalah sebuah tindakan KEBODOHAN BESAR, dan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang alasan keamanan nasional mengapa Greenland harus diakuisisi," tulis Trump.

Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap signifikan dari Trump. Sebelumnya, ia diketahui pernah menyatakan dukungan terhadap kesepakatan yang mengatur pengalihan Kepulauan Chagos dari Inggris kepada Mauritius.

Kesepakatan itu akan membuat Inggris secara resmi menyerahkan kembali kepulauan tersebut kepada Mauritius, bekas koloninya, sekaligus membayar biaya sewa untuk mempertahankan keberadaan pangkalan militer strategis AS-Inggris di Diego Garcia, pulau terbesar di gugusan Chagos.

Pangkalan tersebut selama ini menjadi salah satu instalasi militer paling penting bagi operasi AS dan Inggris di kawasan Samudra Hindia dan Timur Tengah.

Sementara itu, pemerintah Inggris menyatakan bahwa kesepakatannya untuk menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius justru "menjamin" masa depan sebuah pangkalan militer utama AS-Inggris di gugusan pulau Samudra Hindia tersebut.

"Kesepakatan ini menjamin keberlanjutan operasi pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia untuk generasi mendatang, dengan ketentuan kuat guna menjaga kemampuan uniknya tetap utuh dan menjauhkan para musuh kami," kata Downing Street menanggapi kritik Trump.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio sebelumnya mengatakan pada Mei bahwa Washington "menyambut baik kesepakatan bersejarah tersebut".

"Pemerintahan Trump menilai bahwa kesepakatan ini menjamin operasi jangka panjang yang stabil dan efektif dari fasilitas militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia," ujar Rubio dalam sebuah pernyataan saat itu.

Adapun Inggris mempertahankan kendali atas Kepulauan Chagos sejak Mauritius memperoleh kemerdekaan pada 1960-an. Namun, dalam proses tersebut, ribuan penduduk asli Chagos dipaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Warga yang diusir itu kemudian mengajukan berbagai gugatan hukum di pengadilan Inggris selama bertahun-tahun, menuntut kompensasi dan hak atas tanah mereka.

Perselisihan mengenai status Kepulauan Chagos juga telah bergulir di tingkat internasional. Pada 2019, Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) merekomendasikan agar Inggris menyerahkan kepulauan tersebut kepada Mauritius, mengakhiri sengketa hukum yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |